Soal Ancaman Gempa Sesar Lembang, Peneliti BRIN Sebut Hal Lebih Penting Ketimbang Alat Pendeteksi

Peneliti Sesar Lembang dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Mudrik Rahmawan Daryono memprediksi daya rambat getaran gempa Sesar Lembang bakal lebih cepat.

Soal Ancaman Gempa Sesar Lembang, Peneliti BRIN Sebut Hal Lebih Penting Ketimbang Alat Pendeteksi
Peneliti Sesar Lembang dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Mudrik Rahmawan Daryono memprediksi daya rambat getaran gempa Sesar Lembang bakal lebih cepat.

inilahbandung.com-  peneliti Sesar Lembang dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Mudrik Rahmawan Daryono memprediksi daya rambat getaran gempa Sesar Lembang bakal lebih cepat.

Pasalnya, menurut Mudrik Rahmawan Daryono wilayah Bandung Raya memiliki jarak yang relatif sangat dekat dengan garis Sesar Lembang

Mudrik Rahmawan Daryono pun mengingatkan langkah-langkah mitigasi setelah sensor menangkap getaran gempa yang dia sebut justru lebih penting untuk ditempuh. 

"Kesiapsiagaan lebih utama daripada kehadiran alat pendeteksi getaran gempa yang menjadi bagian dari Early Warning System (EWS) dalam menghadapi Sesar Lembang," kata Mudrik di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Seperti diketahui, baik Pemkab Bandung Barat, Pemkot Cimahi, dan Pemkot Bandung belum memiliki alat pendeteksi getaran gempa sebagai salah satu Early Warning System (EWS) dalam menghadapi Sesar Lembang.

Sejauh ini, alat-alat pendeteksi getaran gempa yang terpasang di jalur Sesar Lembang baru dimiliki oleh lembaga BMKG dan BRIN.

Di Bandung Barat, alat pendeteksi getaran gempa terpasang di Kecamatan Parongpong dan Lembang.  Sensor penangkap getaran gempa terpasang di garis Sesar Lembang.

Alat tersebut akan merekam getaran gempa khususnya dari Sesar Lembang. Data yang terekam akan dijadikan acuan untuk melakukan langkah mitigasi kebencanaan dan diharapkan dapat menekan dampak negatif dari bencana.

Apalagi, sambung Mudrik, tidak sedikit permukiman warga yang berdiri di  garis Sesar Lembang yang panjangnya 29 Kilometer.

"Jeda waktu yang diselamatkan kan sangat kecil, hanya beberapa detik, bandung itu sangat dekat dengan sumber Sesar Lembang," paparnya. 

"Secara teori, lebih baik kesiapsiagaan kapasitas dari masyarakat yang ditingkatkan," jelasnya.

Kendati begitu, Mudrik mengapresiasi tingkat kesadaran Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Raya terhadap ancaman Sesar Lembang

Menurutnya, berbagai langkah-langkah preventif maupun peningkatan edukasi mitigasi yang dilakukan merupakan hal yang sangat positif.

"Sejauh ini Pemda sudah bisa menerima fakta ini, itu yang nomor satu, kedua merubah memperbaiki dan mempersiapkan, kewaspadaan tidak bisa dengan cepat, apalagi merubah bangunan yang sudah ada," tuturnya. 

"Kesiapsiagaan, kapasitas penduduknya luar biasa, sudah disosialisasikan. Positif, itu yang harus diapresiasi dari Pemda," tandasnya. *** 


Editor : Bsafaat