Soroti Aksi Kriminalitas Geng Motor yang Beranggotakan Pelajar, Begini Pernyataan Staf Ahli Pemprov Jabar 

Maraknya aksi kriminalitas geng motor yang kerap terjadi dan meresahkan masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Barat menjadi persoalan serius yang disoroti berbagai pihak.

Soroti Aksi Kriminalitas Geng Motor yang Beranggotakan Pelajar, Begini Pernyataan Staf Ahli Pemprov Jabar 
Salah satu yang menyoroti kondisi aksi kriminalitas geng motor tersebut yakni Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Siska Gerfianti. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Maraknya aksi kriminalitas geng motor yang kerap terjadi dan meresahkan masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Barat menjadi persoalan serius yang disoroti berbagai pihak.

Pasalnya, aksi kriminalitas geng motor yang kerap memakan korban tersebut kebanyakan dilakukan mereka yang masih berstatus pelajar.

Salah satu yang menyoroti kondisi aksi kriminalitas geng motor tersebut yakni Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Siska Gerfianti.

Menurutnya, tindakan ataupun aksi yang dilakukan kelompok geng motor hari ini sudah masuk kriminal. Padahal, kalau kegiatannya sekadar perkumpulan yang berlandaskan pada hobi tentu pihaknya bakal mendukung.

"Misalnya saja perkumpulan komunitas dengan merk motor yang sama, kegiatan kemanusiaan, baksos dan lainnya tentu kita dukung," kata Siska saat ditemui di Aula Fisip Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi, Senin 6 Februari 2023.

Kendati demikian, untuk persoalan aksi kriminalitas geng motor itu sudah ada ranahnya, yaitu aparat penegak hukum.

"Jadi, menyikapi maraknya aksi kriminalitas geng motor ini tentu kita serahkan kepada Polda Jabar untuk menyelesaikannya," ucapnya.

Selain itu, kata dia, Pemprov Jabar memiliki aplikasi Sapawarga sebagai aplikasi yang digunakan untuk menjembatani komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

"Jadi masyarakat kalau menemukan hal yang tidak baik itu sampaikan lewat Sapawarga. Kemudian, kita akan komunikasikan bersama," ujarnya.

Selanjutnya, tambah dia, pihaknya pun memiliki program pendidikan anti radikalisme dan program pendidikan penuh toleransi yang dikemas Bakesbangpol Jabar dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

"Jadi kita mengajarkan bagaimana anak-anak bertoleransi dan anti radikalisme," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani