Soroti Banjir Jakarta, Dedi Mulyadi Sebut Akan Selalu Terjadi Bila Tata Ruang Puncak Bogor Belum Dibenahi

Menyoroti soal banjir yang terjadi di Jakarta, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut, kejadian tersebut akan terus terjadi berulang selama musim hujan, bila tata ruang di Puncak, Kabupaten Bogor belum dibenahi.

Soroti Banjir Jakarta, Dedi Mulyadi Sebut Akan Selalu Terjadi Bila Tata Ruang Puncak Bogor Belum Dibenahi
Dedi mengatakan, dari laporan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) disebutkan, bahwa terjadi kerusakan lingkungan akibat alih fungsi tata ruang di Puncak, yang mengubah kawasan resapan air menjadi lokasi wisata dan permukiman. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Menyoroti soal banjir yang terjadi di Jakarta, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut, kejadian tersebut akan terus terjadi berulang selama musim hujan, bila tata ruang di Puncak, Kabupaten Bogor belum dibenahi.

Dedi mengatakan, dari laporan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) disebutkan, bahwa terjadi kerusakan lingkungan akibat alih fungsi tata ruang di Puncak, yang mengubah kawasan resapan air menjadi lokasi wisata dan permukiman.

"Perubahan tata ruangnya adalah daerah-daerah yang dianggap rawan bencana, yang seharusnya menjadi resapan air diubah menjadi kawasan pariwisata, kawasan pemukiman sehingga potensi bencana sangat terjadi," kata Dedi dalam rekaman video yang diterima, Minggu 7 Juli 2025.

Dia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen akan mengembalikan fungsi awal tata ruang di kawasan Puncak. Menurutnya, jika tidak segera dilakukan, berpotensi menyebabkan bencana alam bagi wilayah Bogor dan sekitarnya.

"Jadi di daerah Megamendung, di daerah Bogor Intinya diselesaikan nanti Jakarta selesai. Kalau Bogor belum selesai, Jakarta tidak akan pernah selesai," ucapnya.

Selain Bogor, Dedi juga akan mengembalikan fungsi awal tata ruang wilayah lainnya, yang rusak akibat pembangunan kawasan wisata dan permukiman yang tidak sesuai peruntukannya. 

Dia menekankan, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekosistem dan penataan ruang berkelanjutan, demi mencegah terjadinya bencana di masa depan.

"Karena ini cara yang harus dilakukan untuk menghindari bencana Yang terus-menerus terjadi di Jawa Barat Termasuk barangkali wilayah-wilayah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Tasik, Garut," ucapnya.

Meski kebijakan penertiban kawasan tersebut menuai kontroversi, namun Dedi enggan ambil pusing. Sebab bila tidak segara dilakukan, maka kerusakan alam akan semakin parah dan sulit diperbaiki.

Maka dari itu, dirinya mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk saling bahu-membahu menjaga kelestarian alam sehingga tidak berdampak negatif bagi kehidupan.

"Saya ucapkan terima kasih ya pada semuanya atas dukungannya otokritiknya karena yang dilakukan adalah demi kepentingan masyarakat secara luas, baik masyarakat Jabar maupun masyarakat DKI," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani