Soroti Kondisi Ekonomi Masyarakat dan Pengurangan Transfer Daerah, Asep Dedi: PKB KBB Dorong Reformulasi Anggaran yang Matang

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asep Dedi menyoroti kondisi ekonomi masyarakat di wilayahnya yang kian melemah.

Soroti Kondisi Ekonomi Masyarakat dan Pengurangan Transfer Daerah, Asep Dedi: PKB KBB Dorong Reformulasi Anggaran yang Matang
Politisi PKB KBB itu menilai perlu adanya respons cepat baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemda agar bisa segera mendapatkan solusi konkret terhadap persoalan yang tengah dihadapi warga KBB. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi menyoroti kondisi ekonomi masyarakat di wilayahnya yang kian melemah.

Politisi PKB KBB itu menilai perlu adanya respons cepat baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemda agar bisa segera mendapatkan solusi konkret terhadap persoalan yang tengah dihadapi warga KBB.

"Masyarakat, khususnya ibu-ibu merasakan betul bahwa kondisi ekonomi saat ini sangat berat. Daya beli masyarakat menurun drastis," kata Asep Dedi mewakili kegiatan reses Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal di Batujajar, Rabu 8 Oktober 2025.

Tak cuma itu, pria yang akrab disapa Kang Asded ini juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat terkait pengurangan transfer ke daerah yang diperkirakan mencapai Rp300 miliar untuk KBB pada tahun anggaran 2026. 

Menurutnya, hal ini akan berdampak signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KBB.
 
"Pengurangan transfer ini harus disikapi dengan serius. Jika tidak, kondisi ekonomi bisa semakin parah," tegasnya. 

Menurutnya, pengurangan ini akan sangat terasa mengingat belanja pegawai yang sulit dikurangi, sementara kebutuhan belanja langsung untuk masyarakat justru meningkat.
 
Untuk itu, Asep Dedi mendorong adanya reformulasi anggaran yang matang antara eksekutif dan legislatif di KBB. 

"Formula anggaran harus betul-betul dipikirkan secara mendalam," katanya.
 
Selain itu, DPC PKB KBB berencana untuk mengagendakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu. Program ini akan menjadi agenda rutin tahunan yang sebelumnya telah dijalankan Kang Cucun.
 
"Kami akan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui DPRD untuk disampaikan kepada pemerintah," ungkapnya yang juga Ketua DPC PKB KBB.

Kang Asded menegaskan, dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar program ini dapat berjalan efektif.

"Kami berharap program pemberdayaan ini dapat memberikan solusi nyata bagi perbaikan ekonomi masyarakat di KBB," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani