Stefano “Teco” Cugurra Siap Tinggalkan Bali United di Akhir Musim 2024/2025, Tapi Tetap Setia pada Sepak Bola Indonesia demi Keluarga

Pelatih kepala Bali United, Stefano "Teco" Cugurra, mengumumkan rencananya untuk mundur dari kursi kepelatihan klub asal Pulau Dewata itu setelah musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025 berakhir.

Stefano “Teco” Cugurra Siap Tinggalkan Bali United di Akhir Musim 2024/2025, Tapi Tetap Setia pada Sepak Bola Indonesia demi Keluarga
Stefano “Teco” Cugurra Siap Tinggalkan Bali United di Akhir Musim 2024/2025, Tapi Tetap Setia pada Sepak Bola Indonesia demi Keluarga

INILAHKORAN, Bandung – Pelatih kepala Bali United, Stefano "Teco" Cugurra, mengumumkan rencananya untuk mundur dari kursi kepelatihan klub asal Pulau Dewata itu setelah musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025 berakhir.

Namun, pelatih asal Brasil ini memastikan bahwa dirinya belum akan meninggalkan kancah Sepak Bola Indonesia.

“Saat ini terpikirkan masih Indonesia, tergantung klub mana nantinya,” ujar Teco diktipdari ANTARA. Pernyataan tersebut mempertegas komitmennya terhadap dunia sepak bola nasional, yang sudah menjadi bagian besar dari perjalanan karier dan kehidupan pribadinya.

Alasan utama Teco tetap ingin berkarier di Indonesia pun sangat personal. Dia menjelaskan bahwa keluarga menjadi faktor utama dalam menentukan langkah selanjutnya dalam kariernya.

Meski belum menyebutkan secara pasti klub mana yang akan ia latih setelah Bali United, Teco memberi sinyal bahwa ia tidak akan kembali ke klub-klub yang pernah ia latih sebelumnya seperti Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya.

“Saya tidak mengganggu kontrak mereka. Namun ketika tim mereka tidak punya pelatih atau tidak lanjut kontrak dengan pelatih, manajemen di sana pasti tahu kalau saya awal musim yang baru nanti sudah lowong saat itu,” ungkapnya diplomatis.

Teco pertama kali dikenal publik sepak bola Tanah Air sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya pada tahun 2004 sebagai pelatih fisik.

Ia kemudian memperluas pengalamannya ke Thailand selama tujuh tahun sebelum kembali ke Indonesia dan mempersembahkan trofi Liga 1 2018 untuk Persija Jakarta.

Prestasinya bersama Bali United juga patut dicatat dalam sejarah klub. Bergabung sejak tahun 2019, pelatih berusia 50 tahun ini telah mempersembahkan dua trofi Liga 1, masing-masing pada musim 2019 dan 2021/2022.

Namun, performa kurang memuaskan di tujuh laga terakhir membuatnya memutuskan untuk tak melanjutkan kontrak.

Meskipun demikian, Teco belum akan langsung angkat kaki dari skuad Serdadu Tridatu.

Ia masih akan mendampingi Bali United dalam lima laga sisa musim ini, termasuk pertandingan penting melawan PSM Makassar di Pare-pare, serta menghadapi PSIS Semarang, Persija Jakarta, Madura United, dan Persebaya Surabaya.

Perjalanan Teco bersama Bali United akan segera mencapai garis akhir, namun dedikasinya untuk Sepak Bola Indonesia masih menyala terang.

Ke mana pelabuhan berikutnya untuk pelatih yang dikenal disiplin dan pekerja keras ini masih menjadi tanda tanya—namun satu hal yang pasti, Sepak Bola Indonesia belum akan kehilangan sosok Stefano “Teco” Cugurra.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan