Tak Cukup Pemerintah, Jabar Libatkan IPHI Tangani Ekonomi, Bencana, dan Mental Warga
Pemprov Jabar menyoroti tantangan laten yang belum terselesaikan yakni kemiskinan, kerentanan bencana, hingga tekanan kesehatan mental masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar menyoroti tantangan laten yang belum terselesaikan yakni kemiskinan, kerentanan bencana, hingga tekanan kesehatan mental masyarakat.
Untuk itu, kolaborasi lintas elemen dinilai bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemprov Jabar secara terbuka menggandeng Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jabar sebagai mitra strategis yang dinilai memiliki kekuatan sosial, ekonomi, sekaligus spiritual dalam menjawab persoalan tersebut.
Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan, visi Pemprov Jabar Istimewa tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah. Peran organisasi kemasyarakatan, khususnya IPHI, dinilai krusial dalam memperluas dampak pembangunan.
“Kita perlu rempug jukung sauyunan. IPHI memiliki kekuatan sosial dan spiritual yang besar untuk ikut menyelesaikan persoalan ekonomi, kebencanaan, dan kesehatan psikis masyarakat. Sebab anggotanya terbukti berhaji atau masuk kategori masyarakat aghniya (mampu),” ujarnya dalam Halal Bihalal IPHI Jabar 2026 di Bale Gede, Gedung Pakuan, baru-baru ini.
Meski ekonomi Jabar tumbuh 5,85 persen secara tahunan, melampaui angka nasional 5,39 persen. Herman mengingatkan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan merata.
“Kemiskinan masih berada di angka 6,78 persen dari total 50,7 juta penduduk. Ini harus ditangani melalui pemberdayaan, termasuk edukasi pertanian dan penguatan ekonomi berbasis komunitas,” ucapnya.
Selain persoalan ekonomi, Jabar juga menghadapi tingkat risiko bencana yang tinggi. Herman menilai pendekatan berbasis kearifan lokal harus kembali diperkuat sebagai strategi mitigasi yang relevan dan berkelanjutan.
“Kita harus menerapkan prinsip lingkungan seperti leweung kaian, gawir awian, lebak sawahan, legok balongan, dan darat kebongan,” katanya.
Sisi lain, isu kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius. Fenomena tekanan psikis yang meningkat membutuhkan respons kolektif, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga masyarakat.
“Fenomena anak muda yang menghadapi tekanan mental harus kita respons bersama. Kita dorong gerakan sosial berbasis nilai pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer, melalui pendekatan getok tular di masyarakat,” tambahnya.
Dukungan terhadap penguatan peran IPHI juga disampaikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melalui sambungan virtual. Dia menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan kesejahteraan umat.
“Semoga kita semua diberikan kesehatan, rezeki yang berkah, dan semakin kuat dalam menjalin silaturahmi,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum IPHI Erman Suparno menegaskan kesiapan organisasinya untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah melalui sinergi dengan pemerintah.
“IPHI adalah organisasi kemasyarakatan berbasis kebangsaan yang harus memberi kontribusi nyata. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dia juga mengapresiasi soliditas IPHI Jawa Barat, yang dinilai mampu menjadi model bagi daerah lain.
“Saya bangga dengan IPHI Jabar yang tetap solid dan mandiri. Ini menjadi modal penting untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua IPHI Jabar Ijang Faisal menegaskan, gerakan organisasi tidak berhenti pada penguatan ukhuwah, tetapi juga diarahkan pada transformasi sosial berbasis nilai keimanan.
“IPHI tidak hanya menjaga ukhuwah, tetapi juga membangun gerakan berbasis keimanan untuk mendorong perubahan umat. Ini yang menjadi dasar kontribusi kami di masyarakat,” ucapnya.
Dia menyebut, kehadiran jemaah dari berbagai daerah seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bandung, Garut, hingga Sukabumi mencerminkan kuatnya jaringan sosial IPHI di Jabar.
“Kebersamaan ini bukan sekadar pertemuan, tetapi penguatan rasa dan komitmen untuk terus memberi manfaat,” katanya.
Editor : Doni Ramdhani

