Tak Pakai Pelampung, Warga Bekasi Tewas Tenggelam di Green Canyon Karawang

Asyik berenang seorang remaja asal bekasi tewas tenggelam dan terseret arus Green Canyon Karawang

Tak Pakai Pelampung, Warga Bekasi Tewas Tenggelam di Green Canyon Karawang
Petugas tengah mengevakuasi seorang remaja 16 tahun asal bekasi yang tenggelam dan terseret arus di Objek Wisata Green Canyon Karawang, Jumat (3/4/2028). Foto istimewa

INILAHKORAN.ID - Seorang warga Bekasi tewas tenggelam dan terseret arus saat sedang bermain di objek wisata Green Canyon, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jumat (3/4/26). 

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan  Bencana Daerah ( BPBD) Karawang, Usep mengatakan saat kejadian korban sedang wisata di Green Canyon, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan. Sekitar pukul 16.00 WIB korban berenang tanpa menggunakan pelampung. Korban terseret arus deras saat didekat curug.

"Korban terseret arus deras yang mengalir ke curug. Karena tidak menggunakan pelampung korban tenggelam.Di sana ada pusaran air. Korban sempat hilang beberapa lama, namun kemudian bisa ditemukan lagi dengan kondisi yang sudah meninggal," kata Usep saat dihubungi, Jumat (3/4/2026).

Usep mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan korban diketahui bernama Ilham (16) warga Kampung Pulopisang, Desa Karanganyar, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.

Usep menjelaskan, tim BPBD yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian mencari korban tenggelam. Setelah dilakukan pencarian korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari titik awal korban berenang.

"Korban ditemukan hanya beberapa meter dari awal dia berenang. Saat ditemukan korban sudah meninggal dunia," katanya.

Usep mengatakan setelah korban ditemukan langsung dibawa ke Puskesmas terdekat dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dibawa ke rumah duka.

BPBD Karawang mengimbau agar para wisatawan untuk lebih berhati-hati saat beraktivitasbdi kawasan wisata alam. Wisatawan agar selalu menggunakan alat keselamatan seperti pelampung saat berenang di sungai.


Editor : Ahmad Sayuti