Libur Sekolah, Pengunjung Floating Market Lembang Naik 35 Persen,
Floating Market Lembang mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan sepanjang momen libur panjang sekolah tahun 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Floating Market Lembang mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan sepanjang momen libur panjang sekolah tahun 2026, dengan puncak keramaian terjadi pada Sabtu lalu yang mencapai kenaikan hingga 35 persen dibandingkan akhir pekan biasa.
Kendati pekan ini masih terlihat padat, angka pengunjung diprediksi mulai menurun pada minggu depan seiring persiapan kembali ke sekolah dan kebutuhan belanja perlengkapan siswa, sehingga periode ini menjadi puncak kesempatan bagi destinasi wisata tersebut.
Public Relations Floating Market Lembang, Intania Setiati menjelaskan, lonjakan ini tidak hanya didominasi wisatawan dari wilayah Jabodetabek, namun juga semakin banyak datang dari berbagai provinsi di Sumatera, Kalimantan, hingga mancanegara seperti Malaysia dan Singapura.
Menurutnya, kedatangan wisatawan asing ini selaras dengan musim liburan sekolah yang berlangsung di negara asal mereka, serta semakin meluasnya informasi mengenai daya tarik Lembang melalui media sosial dan liputan daring.
“Kami melihat minat wisatawan semakin meluas berkat penyebaran informasi di TikTok, Instagram, dan media berita," kata Intania saat ditemui, Minggu (5/7/2026).
"Wisatawan mancanegara pun kini semakin sering menjadikan Floating Market sebagai salah satu destinasi utama saat berkunjung ke Jawa Barat,” ucapnya.
Untuk menjaga kenyamanan di tengah lonjakan pengunjung, sambung Intania, pihaknya merekrut sekitar sepuluh tenaga kerja tambahan dari warga sekitar guna memperkuat pelayanan.
"Tapi kalau harga tiket masuk tetap dipertahankan stabil di angka Rp40.000 baik pada hari kerja maupun akhir pekan, dan harga jajanan di pasar apung juga tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat," ungkapnya.
Dikatakan Intania, pengelola terus berinovasi dengan menambah beragam wahana baru mulai dari Kereta Danau, Floating Cruise Lambo, Gokart, hingga wahana andalan Rainbow Slide, sehingga total kini mencapai sekitar 15 hingga 20 jenis atraksi.
Tak cuma itu, lanjut Intania, suasana sejuk pegunungan, kuliner khas Sunda seperti sate kelinci, pisang sangkuriang, batagor, dan mie kocok tetap menjadi daya tarik utama yang dicari pengunjung, termasuk wisatawan asing.
"Transaksi pembelian makanan tetap menggunakan sistem koin khusus yang harus dibeli terlebih dahulu di loket, demi menjaga keunikan dan karakteristik pasar apung yang ikonik ini," ujarnya.***
Editor : JakaPermana

