Tanggapi Soal 5 Tokoh Muda Nahdliyin Bertemu Presiden Israel, Tere Liye Geram: Kamu Sangat Buas dengan Orang Seagamamu

Tere Liye mengutarakan beberapa poin yang menjadi argumennya imbas pertemuan 5 tokoh muda Nahdliyin dengan Presiden Israel tersebut.

Tanggapi Soal 5 Tokoh Muda Nahdliyin Bertemu Presiden Israel, Tere Liye Geram: Kamu Sangat Buas dengan Orang Seagamamu
Tere Liye mengutarakan beberapa poin yang menjadi argumennya imbas pertemuan 5 tokoh muda Nahdliyin dengan Presiden Israel

INILAHKORAN, Bandung - Kontroversi soal kedatangan 5 tokoh muda Nahdliyin yang bertemu dan berfoto dengan Presiden Israel, Isaac Herzog semakin panas dan menjadi perbincangan di media sosial.

Salah satu orang yang memberikan tanggapan terkait kedatangan 5 tokoh muda Nahdliyin yang bertemu Presiden Israel, ialah penulis novel ternama, Tere Liye.

Dalam halaman Facebooknya, Tere Liye mengutarakan beberapa poin yang menjadi argumennya imbas pertemuan 5 tokoh muda Nahdliyin dengan Presiden Israel tersebut.

"Jika alasannya kamu mau melakukan diplomasi, mbok ya kamu bercermin. Bahkan Presiden-Presiden negara besar saja TIDAK bisa melakukannya," ungkap Tere Liye.

Menurut Tere Liye jika pertemuan tersebut meminta agar Israel berhenti menjajah Palestina, tokoh-tokoh NU sebelumnya pun sudah melakukannya. Namun, tidak menemukan hasil yang baik.

"Elit-elit NU sebelumnya sudah melakukannya, tapi mana hasilnya? Tambah menggila. Dan yang kalian temui itu hanya Presiden di sana, bukan perdana menteri," katanya.

Selain itu, Tere Liye mengaku sedih dengan ekspresi orang-orang saat berfoto bersama Presiden Israel tersebut.

"Kamu lemah lembut dengan orang-orang yang menjajah saudara sendiri. Kamu tersenyum lebar bersama orang-orang yang berlumuran darah membunuh bayi-bayi," tulis Tere Liye.

"Tapi kamu sangat dan buas dengan orang seagamamu. Saking buasnya, kamu rangsek pengajian-pengajian mereka. Paham gak sih? Nyadar Gak?," sambungnya.

Lebih lanjut, Tere Liye lantas mempertanyakan esensi dan tujuan dari perjalanan tersebut dan orang-orang yang ada di balik kelancaran perjalanan tersebut.

"Apa poin dari perjalanan ini? Simpel. Kamu jalan-jalan saja. Asyik memang, pergi ke luar negeri. Entah pakai duit siapa. Yang mengundang? Fasilitas dari siapa? yang mengundang?," ungkapnya.

Terakhir, menurutnya, yang diuntungkan dalam perjalanan dan acara ini tentu Israel karena bisa melakukan pencitraan habis-habisan, terlebih NU merupakan organisasi Islam terbesar di dunia.

"Dengan kamu datang ke sana, senyum-senyum, jabat tangan, itu memberikan semangat, dukungan moral ke Israel, soal kamu mau diplomasi, aduh duh persis kamu pulang, mereka tertawa deh," tandasnya.***


Editor : Firda Rachmawati