Teka-teki Menarik, Masihkah Ridwan Kamil Duet Uu Ruzhanul Ulum di Pilgub Jawa Barat 2024? Begini Jawabnya

Ridwan Kamil hampir dipastikan maju kembali di Pemiliihan Gubernur alias Pilgub Jawa Barat 2024. Pertanyaannya, siapa yang bakal mendampinginya? Masihkah Uu Ruzhanul Ulum?

Teka-teki Menarik, Masihkah Ridwan Kamil Duet Uu Ruzhanul Ulum di Pilgub Jawa Barat 2024? Begini Jawabnya
Ridwan Kamil kini berbaju kuning. Karena itu, dia menyerahkan kepada Partai Golkar urusan calon wakil gubernur pada Pilgub Jawa Barat 2024. Saat ini, dia berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum.

INILAHKORAN, Bandung – Ridwan Kamil hampir dipastikan maju kembali di Pemiliihan Gubernur alias Pilgub Jawa Barat 2024. Pertanyaannya, siapa yang bakal mendampinginya? Masihkah Uu Ruzhanul Ulum?

Soal pendamping di Pilgub Jawa Barat 2024, Ridwan Kamil tak bisa menentukannya sendiri, termasuk apakah kembali berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum.  Sebab, posisinya kini bukan lagi politisi tanpa partai politik.

Lima tahun lalu, Ridwan Kamil maju pada Pilgub Jawa Barat 2018 berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum dan menang. Saat itu, dia politisi nonparpol. Kini, menghadapi Pilgub Jawa Barat 2024,  situasinya beda. Dia sudah bergabung dengan Partai Golkar.

Saat ditanyakan soal figur calon wakil gubernur yang akan digandeng pada Pilgub Jawa Barat 2024, Ridwan Kamil mengaku akan mengikuti keputusan Partai Golkar. Sebab, partai yang akan berperan besar mencarikan jodoh baginya melalui kesepakatan koalisi nantinya.

Menurutnya, kesepakatan politik akan menjadi barometer calon yang diusung pada kontestasi Pilgub Jawa Barat 2024. Tak terkecuali dirinya yang kini sudah berbaju kuning.

“Koalisinya belum tentu (bersama Uu Ruzhanul Ulum). Namanya wakil, itu tergantung koalisi nanti,” katanya kepada wartawan di Gedung PKK Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung, Selasa 14 Maret 2023.

Yang sudah hampir pasti, Ridwan Kamil menyatakan fatsun terhadap keputusan Partai Golkar. Karena itu, dia memilih tetap bertarung di Pilgub Jawa Barat 2024.

Fokus menatap Pilgub Jabar sebagai petahana kata dia, adalah opsi yang paling realistis baginya meski pelbagai hasil survei dari sejumlah lembaga menyebut dirinya memiliki kans besar dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta.

“Saya sudah bilang, saya masuk Golkar menghargai keputusan Partai Golkar. Urusan Pilpres adalah mendukung Pak Airlangga sebagai capres. Saya fokus pada yang pasti, di depan mata, yaitu Gubernur Jawa Barat, kalaupun saya berkeinginan di periode kedua,” ujarnya usai membuka Rakorda PKK tingkat provinsi Jawa Barat.

“Kalau di DKI surveinya bagus, tapi keputusan dari partai. Jadi poinnya saya fokus bekerja membereskan periode satu dan kalau ditanya pilihan-pilihan politik yang paling realistis dan paling besar peluangnya, tentulah hak saya untuk mengikuti periode kedua gubernur,” imbuhnya. (yuliantono)


Editor : Zulfirman