Teknologi Dekatkan Ruang Belajar
Lebih dari 50 juta peserta didik tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian tumbuh di pusat kota dengan akses teknologi yang mudah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Lebih dari 50 juta peserta didik tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian tumbuh di pusat kota dengan akses teknologi yang mudah.
Sementara sebagian lainnya masih menghadapi tantangan mendapatkan layanan pendidikan yang setara karena berada jauh dari jangkauan.
Kondisi itulah yang mendorong Indonesia memperkuat kolaborasi pendidikan dengan Singapura, terutama dalam pemanfaatan teknologi, kecerdasan artifisial (AI), dan perluasan akses pembelajaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee membahas penguatan kerja sama pendidikan, mulai dari pemanfaatan AI dalam pembelajaran, pembaruan nota kesepahaman (MoU) pendidikan, hingga peningkatan akses belajar bagi murid.
Mu’ti mengatakan, sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan seluruh anak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.
Karena itu, pemerintah terus mendorong pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang lebih fleksibel dengan dukungan teknologi. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan pendidikan antara anak-anak di perkotaan dan mereka yang tinggal di daerah pelosok.
”Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi, termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri,” ujar Mu’ti, seperti dikutip dari ANTARA.
Namun, kemajuan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan peran dalam proses belajar. Menurut Mu’ti, penggunaan AI harus berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan berpikir kritis dan reflektif peserta didik.
Sebab, teknologi memiliki keterbatasan dalam memahami nilai, budaya, serta konteks kehidupan manusia. (gin)
Editor : Inilahkoran

