Tenggiling Terjebak Kayu Terbakar Saat Karhutla, CAN Borneo Lakukan Penyelamatan
CAN Borneo menyelamatkan tenggiling yang terjebak dalam kayu terbakar saat karhutla di Berau. Satwa mengalami luka bakar serius dan dirawat intensif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Conservation Action Network (CAN) Borneo menyelamatkan seekor Tenggiling yang terjebak dalam batang kayu terbakar saat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan sekitar Kampung Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Founder CAN Borneo Paulinus Kristanto mengatakan, Tenggiling tersebut ditemukan tim saat melakukan pemadaman Karhutla di wilayah administrasi Kampung Merasa yang terdapat sekitar delapan titik api.
"Ketika tim melakukan pemadaman Karhutla dari pagi sampai malam, kemudian pada malam hari kita menemukan seekor Tenggiling yang bersembunyi di dalam batang kayu yang terbakar,” kata Paulinus dihubungi dari Samarinda seperti dikutip dari Antara, Sabtu (5/9/2026).
Tenggiling tersebut ditemukan pada 2 September 2026 sekitar pukul 21.00 Wita. Saat ditemukan, kondisi satwa langka dan dilindungi itu sudah lemah serta mengalami luka bakar serius akibat terpapar kobaran api.
Paulinus mengatakan, luka paling parah terdapat pada bagian ekor dan kedua kaki belakang. Bahkan, luka bakar tersebut menyebabkan bagian tulang pada kedua kaki belakang Tenggiling terlihat dari luar.
Tim CAN Borneo kemudian melakukan evakuasi darurat untuk menjauhkan Tenggiling dari kepungan api. Satwa tersebut dibawa ke Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam yang dikelola CAN Borneo untuk mendapatkan penanganan medis.
Jarak lokasi penemuan Tenggiling dengan PRS Long Sam sekitar 10 kilometer. Setibanya di pusat rehabilitasi, satwa tersebut langsung mendapat perawatan intensif dari tim medis.
Hingga kini, kondisi Tenggiling masih memerlukan penanganan serius, terutama akibat luka parah pada kedua kaki belakang. Tim medis terus berupaya mempertahankan kondisi satwa tersebut agar dapat melewati masa kritis.
Peristiwa ini menambah daftar dampak Karhutla terhadap satwa liar yang habitatnya berada di kawasan hutan Berau. Kebakaran tidak hanya mengancam vegetasi dan lingkungan, tetapi juga membuat satwa kehilangan tempat berlindung dan menghadapi risiko keselamatan.
CAN Borneo terus melakukan pemadaman di lokasi Karhutla sekaligus menyisir kawasan terdampak untuk mengantisipasi adanya satwa lain yang terjebak atau membutuhkan pertolongan.
Penyelamatan Tenggiling tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla juga berkaitan erat dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati, khususnya satwa liar yang dilindungi dan bergantung pada keberlangsungan habitat hutan Kalimantan
Editor : Ahmad Sayuti

