Terbang Di Asia

BAIHAKKI Khaiza bangga mantan timnya Persib Bandung mampu tampil solid di kancah Asia.

Terbang Di Asia
PERSIB.CO.ID

Oleh: Muhammad Ginanjar

Ada rasa bangga yang tak bisa disembunyikan dari wajah Baihakki saat kembali menginjakkan kaki di Kota Kembang.

Mantan bek tangguh yang pernah mengawal lini pertahanan Persib Bandung pada musim 2008/2009 ini, mengaku takjub melihat perkembangan mantan klubnya yang kini terbang tinggi di kancah internasional.

Bagi Baihakki, melihat Marc Klok dan kawan-kawan berlaga di Asia bukan lagi sekadar mimpi. Persib kini menjelma menjadi kekuatan yang disegani dengan tampil tiga musim berturut-turut di AFC Champions League (ACL) Two, serta ikut bersaing di turnamen regional ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/2027.

"Kalau kita menengok 10 sampai 15 tahun yang lalu dan membandingkannya dengan sekarang, level tim-tim ASEAN sudah jauh meningkat. Peringkatnya mulai naik merata, baik Persib, tim Malaysia, maupun Singapura," ujar Baihakki saat ditemui di Paris Van Java (PVJ) Mall, Bandung, Kamis (24/9).

Pria asal Singapura ini tersenyum lebar melihat agresivitas manajemen Pangeran Biru yang terus berbenah dan mendatangkan pemain-pemain berkualitas demi menjaga nama baik Indonesia.

“Saya rasa memang Persib 'gas' terus kan. Mau ambil pemain-pemain top juga. Jadi bagus lah, buat sepak bola juga menjadi sangat bagus,” ungkapnya penuh syukur.

Kerja keras itu pun berbuah manis. Kemenangan bersejarah Persib 1-0 atas FC Seoul di Korea Selatan tidak hanya menjadi buah bibir, tetapi juga mendongkrak posisi Liga Indonesia naik dua peringkat ke urutan 18 Asia berdasarkan data terbaru Footy Rankings.

Sebuah pembuktian bahwa Persib yang dulu pernah dibelanya, kini telah bertransformasi menjadi raksasa yang siap menaklukkan Asia.

Sementara itu, Pelatih Igor Tolic mengakui tidak mudah bagi timnya dalam menghadapi pertandingan, dimulai sejak Oktober 2026.

Pasalnya, Persib tidak hanya bermain di kompetisi domestik yakni Super League dan AFC Champions League (ACL) Two, tapi juga mulai memainkan ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup dan League Cup.

Pelatih asal Kroasia ini memastikan Persib tidak hanya akan menghadapi lawan yang berat, namun juga harus bisa melalui perjalanan yang panjang dalam menghadapi setiap pertandingannya dengan jeda yang sangat singkat.

“Tapi saya pikir para pemain sudah menunjukkan sejak pertandingan melawan Persija,” ujar Igor, Rabu (23/9).

Menurutnya, para pemainnya mampu memulihkan mentalnya dengan sangat cepat meski mengalami kekalahan dari Persija dengan skor 1-2.

“Kami pergi ke Seoul, kemenangan pertama di kompetisi Asia di sana. Para pemain memberikan seratus persen. Semua orang yang berada di lapangan tampil seperti fanatik,” tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, kemenangan kembali didapatkan saat Persib bertandang ke markas Persijap. Maung Bandung menang dengan skor 1-2.

“Tidak mudah datang ke Jepara dan setelah Liga Champions bermain di Jepara, tetapi kami kembali melakukannya (meraih kemenangan). Para pemain berhasil melakukannya,” ucap Igor.

Pelatih berusia 48 tahun ini mengaku hanya sedikit mengorganisir hingga akhirnya Persib Bandung mampu meraih dua kemenangan laga tandang secara beruntun.

“Kredit untuk para pemain. Dan mereka harus terbiasa dengan ini karena kami membutuhkan mentalitas ini dalam sepuluh pertandingan berikutnya,” katanya.

Igor membeberkan, Persib akan menjalani berbagai kompetisi, berganti kota ke kota lainnya di setiap pertandingannya dan berganti lawan.

“Berdasarkan 1-2 pertemuan, kami bahkan tidak memiliki waktu latihan, tetapi mereka mulai saling mengenal. Saya pikir tim ini akan menyatu dengan sangat cepat, dan kemudian semuanya adalah tentang menjaga kesehatan dan memainkan pertandingan,” pungkasnya. (bsf)


Editor : Inilahkoran