Terminal Berbenah Ekonomi Bergairah
WAJAH Terminal Bubulak perlahan berubah.Penataan kawasan diarahkan untuk memberi kenyamanan sekaligus ruang usaha bagi warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Rizki Mauludi
Terminal Bubulak terus ditata. Pembangunan lanjutan tahap II kini memasuki progres 48 persen, dengan masjid dan gedung perkantoran pengelola menjadi bagian dari pekerjaan yang ditargetkan rampung tahun ini.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengecek langsung perkembangan pembangunan tersebut bersama jajaran Dinas Perhubungan Kota Bogor, Senin (28/9).
Dia ingin memastikan penataan terminal di wilayah Kecamatan Bogor Barat itu berjalan sesuai target dan desain yang telah disiapkan.
Hasil pengecekan menunjukkan pembangunan mengalami deviasi positif. Dedie pun meminta pelaksana dan pengawas memastikan setiap pekerjaan berjalan dengan baik hingga selesai.
"Jadi pada penataan lanjutan ini sedang dibangun masjid dan juga gedung perkantoran untuk pengelola Terminal Bubulak. Progresnya cukup baik, saat ini sudah mencapai 48 persen.
Deviasi positif," ujar Dedie.
Terminal Bubulak dapat direvitalisasi karena kewenangannya berada di bawah Pemkot Bogor. Kondisi ini berbeda dengan Terminal Baranangsiang yang berstatus terminal tipe A dan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI.
Dedie menargetkan masjid dan kantor pengelola Terminal Bubulak dapat selesai tahun ini. Fasilitas tersebut diharapkan segera dimanfaatkan masyarakat pengguna transportasi umum.
"Iya, insyaallah tahun ini bisa selesai. Jadi masjid dan kantor selesai. Karena ini juga target prioritas yang harus diselesaikan," tuturnya.
Penataan tak berhenti di dalam kawasan terminal.
Pembangunan pedestrian Jalan Raya Cifor juga berlangsung di sisi kiri dan kanan jalan dalam satu tahap dan ditargetkan selesai tahun ini.
Bagi Dedie, pembangunan di Bogor Barat bukan hanya soal memperbaiki fasilitas. Pemerataan pembangunan juga perlu dirasakan masyarakat di wilayah perbatasan, termasuk melalui ruang yang lebih nyaman bagi pengguna transportasi umum maupun pejalan kaki.
Pembangunan pedestriandan revitalisasi Terminal Bubulak sekaligus diarahkan menjadi dukungan bagi masyarakat yang ingin membuka usaha di sekitar kawasan tersebut.
"Para masyarakat sebetulnya ingin berusaha atau membuka usaha, tapi harus didukung pembangunan infrastruktur dari pemerintah.
Kami membuat pedestrian dan merevitalisasi terminal sebagai dukungan untuk masyarakat yang ingin membuka usaha di wilayah sekitar Terminal Bubulak dan Cifor," pungkasnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

