Terpaksa Libur Jelang Nataru, Sopir Angkot KBB Dijanjikan Kompensasi

Para sopir angkot di KBB dijanjikan kompensasi setelah terpaksa libur jelang Nataru.

Terpaksa Libur Jelang Nataru, Sopir Angkot KBB Dijanjikan Kompensasi
Kepala Bidang Angkutan Dishub KBB, Retno Handayani. (Agus Satia Negara)

INILAHKORAN.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjanjikan kompensasi kepada para sopir angkutan umum (angkot) yang diminta libur pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Dishub KBB menindaklanjuti instruksi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang memerintahkan para sopir angkot untuk berhenti beroperasi saat periode pergantian tahun.

Kepala Bidang Angkutan Dishub KBB, Retno Handayani menjelaskan kebijakan ini ditujukan untuk menekan kepadatan lalu lintas di pusat Kota Bandung saat momen peralihan tahun.
 
"kompensasi diberikan kepada angkutan umum yang akan melintas ke pusat Kota Bandung. Di KBB sendiri, yang termasuk adalah trayek Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan rute Lembang-Stasiun, Lembang-Ciroyom, dan rangkaian rute melalui Cimahi-Stasiun," kata Retno saat ditemui di Padalarang, Rabu 24 Desember 2025.
 
Selain itu, ungkap Retno, 11 unit delman di KBB juga bakal dikenai pembatasan operasi tidak hanya pada tanggal 31 Desember dan 1 Januari, tetapi juga pada tanggal 25 Desember. 

"Semua operator yang terkena dampak akan menerima kompensasi secara langsung melalui rekening bank," ungkapnya.
 
Untuk pelaksanaan kebijakan ini, Dishub KBB bekerja sama dengan DPD dan DPC Organda, serta berbagai kooperasi angkutan. 

"Alhamdulillah, kita tetap berkoordinasi dan bersinergi untuk pendataan dan pelaksanaan SOP, sehingga prosesnya berjalan lancar," jelasnya.
 
Sementara terkait kondisi lalu lintas saat ini, Retno menyebut, belum terjadi peningkatan yang signifikan. Arus kendaraan dan jumlah penumpang masih berada pada tingkat standar. 

Kendati demikian, ia memprediksi bahwa kepadatan bakal meningkat pada libur panjang mulai tanggal 25 Desember hingga 31 Desember, terutama di sekitar objek wisata di Lembang.
 
Sebagai imbauan kepada masyarakat, Retno menekankan pentingnya keselamatan dalam berkendara. 

"Pengguna angkutan dan kendaraan pribadi tetap harus berhati-hati, mengikuti peraturan lalu lintas, dan lengkapi berkas berkendara. Semoga liburannya menyenangkan dan aman," pungkasnya.***


Editor : Bsafaat