Terpilih Jadi Ketum PBNU 2021-2026, Gus Yahya Janjikan Ini untuk Warga Miskin

KH Yaya Cholis Staquf atau Gus Yahya menjanjikan satu hal untuk warga miskin andai terpilih sebagai Ketum PBNU 2021-2026.

Terpilih Jadi Ketum PBNU 2021-2026, Gus Yahya Janjikan Ini untuk Warga Miskin
Calon Ketum PBNU 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

INILAHKORAN, Lampung- Yaya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjanjikan satu hal andai terpilih sebagai Ketum PB NU periode 2021-2026.

Gus Yahya saat ini sedang bertarung dengan Said Aqil Sirodj dalam pemilihan Ketum PBNU dalam Muktamar ke-34 di Lampung, Jumat 24 Desember 2021.

Saat ini, sedang berlangsung proses pemungutan suara untuk memilih dua calon Ketum PBNU yakni Gus Yahya dan Said Aqil Sirodj.

Baca Juga: Tak Berizin, Puluhan Baliho Puan Maharani di Kaki Gunung Semeru Diturunkan Satpol PP

Gus Yahya mengungkapkan satu janji yang hendak dia tunaikan ketika terpilih sebagai Ketum PBNU terpilih periode 2021-2026.

"Yang bisa dilakukan oleh NU adalah mengkonsolidasikan partisipasi masyarakat untuk membantu negara dalam mengatasi masalah kemiskinan ini," ungkap Gus Yahya di Lampung, Rabu 23 Desember 2021.

"Tapi negara harus punya agenda yang jelas tentang bagaimana strategi dalam mengatasi kemiskinan," sambungnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta 24 Desember 2021, 3 Wilayah Ini Diguyur Hujan dari Siang hingga Sore

Gus Yahya mengatakan secara konstitusi dijelaskan bahwa fakir, miskin, hingga orang terlantar menjadi tanggung jawab negara dalam mengurusnya.

Tetapi sebagai elemen masyarakat, PBNU harus berpartisipasi membantu pemerintah dalam mengentaskan orang miskin.

 "Kemudian, NU sebagai elemen masyarakat madani nanti akan ikut berpartispasi dan kontribusi untuk menjalankan yang menjadi agenda negara dalam soal ini," kata dia.

Disinggung mengenai kontestasi, Gus Yahya mengatakan bahwa dalam panggung demokrasi, kompetisi merupakan hal yang biasa.

Baca Juga: Sinopsis The Matrix Resurrections: Ketika Keanu Reaves Terjebak Masa Lalu dan Realitas Masa Kini

Kendati silih meyakinkan muktamirin dalam penghimpunan suara, setelah itu antarsesama kontestan saling berangkulan demi organisasi.

"Yang saya lakukan selama ini saya mengajak kepada PWNU dan PCNU membuat kesepakatan baru yang harus kita kerjakan bersama terutama dalam menyongsong abad ke-100 ini," kata dia.

Dari laporan yang diterimanya, ada permintaan dari pengurus ranting, cabang, wilayah, hingga pusat agar komunikasi antarpengurus diperbaiki.

Selama ini komunikasi antarpengurus kerap terputus.

Baca Juga: Muncul Karangan Bunga dengan Tulisan Said Aqil Ketum PB NU, Pemilihannya Belum Tuntas...

"Paling sering datang, ada komunikasi lebih lancar, lebih bermakna mulai PBNU ke ranting. Saya menawarkan satu strategi di tingkat cabang kemudian PBNU tumbuh kebutuhan dengan cabang. Mungkin selama ini kurang lancar, karena cabang memikirkan sendiri, apa yang dikerjakan PBNU, cabang enggak tahu," kata dia.***


Editor : inilahkoran