Terungkap, Ini Penyebab Keracunan Ratusan Warga Kelurahan Padasuka Usai Menyantap Hidangan Reses Anggota DPRD Kota Cimahi
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terungkap adanya mikrobiologi pada telur balado, yakni Taphylococcus Aureus dan Salmonella pada perkedel jagung yang jadi penyebab keracunan masal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menerima hasil uji laboratorium sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan masal ratusan warga di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah beberapa waktu lalu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terungkap adanya mikrobiologi pada telur balado, yakni Taphylococcus Aureus dan Salmonella pada perkedel jagung yang jadi penyebab keracunan masal.
"Guna mengetahui kandungan yang ada dalam sampel makanan yang menjadi penyebab keracunan kita lakukan dua uji laboratorium, yakni uji mikrobiologi dan uji kimia," kata Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati kepada wartawan.
Mulyati menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan mikrobiologi di telur balado terdapat Taphylococcus Aureus. Sementara dalam perkedel jagung terdapat Salmonella.
"Selain perkedel jagung dan telur balado, ada beberapa sampel makanan lain yang diuji di Labkesda Jabar. Seperti nasi putih, sambal, ayam isian burger, ayam suwir, ikan tuna isian panada, selada bokor, hingga capcay. Namun hasilnya negatif," sebutnya.
Sementara itu, lanjut Mulyati, berdasarkan hasil uji kimia dalam perkedel jagung dinyatakan positif mengandung nitrit 0,40 mg dan capcay positif mengandung nitrit 0,02 mg.
"Jadi yang ada hasil posituf nitrit di capcay dan perkedel jagung. Sisanya itu negatif," jelasnya.
Kemudian, pihaknya pun menguji sampel air baku yang diambil dari penyedia nasi boks dan snack. Hasilnya, air baku tersebut mengandung sedikit bakteri Coliform.
Hanya saja, tegas Mulyati, bakteri dari air tersebut tidak tercampur ke dalam makanan.
"Pemeriksaan sampel air ternyata ada Coliform-nya. Tapi kadar bakteri yang ada di air tidak masuk ke makanan, karena sampel makanan ekolinya negatif semua," ujar Mulyati.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini menambahkan, bakteri Salmonella merupakan kelompok bakteri pemicu diare dan infeksi di saluran usus manusia, serta sering menyebabkan keracunan makanan.
"Salmonela ini yang menyebabkan penyakit typus. Jadi gejalanya seperti yang tergambarkan di pasien (keracunan) yakni mual, muntah, diare, nyeri perut ada demamnya," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data Dinkes Kota Cimahi jumlah pasien korban keracunan massal usai mengonsumsi hidangan dalam kegiatan reses salah satu anggota DPRD Kota Cimahi dari fraksi PPP di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi mencapai 364 orang.
Mereka mengalami berbagai gejala mulai dari mual, diare, muntah, nyeri perut hingga demam, sehingga harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


