Tiga Fakta Penyebab Banjir Sumber yang Merendam Perkantoran Pemkab Cirebon
Banjir Sumber yang menyebabkan kawasan Perkantoran Pemkab Cirebon terendam disebutkan lantaran beberapa faktor seperti penebangan dan sedimentasi sungai
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman (Jigus) mengungkapkan tiga penyebab banjir yang sempat terjadi di perkantoran Pemkab Cirebon, beberapa waktu lalu.
Selain kiriman air dari Kabupaten Kuningan, juga adanya penebangan pohon yang cukup luas dan sedimentasi sungai yang cukup tinggi yang akhirnya membuat banjir di Sumber dan salah satunya merendam kawasan perkantoran Pemkab Cirebon.
Menurutnya, saat ini Pemkab Cirebon sedang mencari solusi bagaimana mengatasi persoalan tersebut. Dirinya sepakat, kalau kiriman air dari Kabupaten Kuningan tidak bisa di tahan di wilayah Sumber karena lokasi serapan air banyak dipakai perumahan.
"Memang kemarin kiriman air cukup besar. Nah didaerah Sumber sendiri wilayah serapan airnya sudah dipakai perumahan, jadi air meluap akibat tidak bisa diserap," aku Jigus, Senin 29 Desember 2025.
Terkait lokasi sabuk hijau yang saat ini dipakai menjadi perumahan cityland, Jigus mengaku akan melakukan evalusi. Namun terkait intruksi Gubernur untuk menghentikan izin perumahan yang lokasinya di kawasan serapan air, harus dilihat terlebih dahulu. Kalau saja izinnya sudah keluar, mau tidak mau tetap harus dilanjutkan.
"Izin izin perumahan disini kan sudah keluar. Jadi bagaimana lagi, sementara intruksi Gubernur meminta kita harus menyetop izin perumahan. Paling kita evaluasi ulang perumahan yang lokasinya di wilayah serapan air," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya
Tudingan bahwa beberapa pembangunan Perumahan besar yaitu Cityland dan Keandra sebagai Biang kerok banjir Besar di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, sepertinya mendekati kenyataan. Dari foto google maps, Minggu 28 Desember 2025 terpantau, hamparan perumahan Cityland dengan luas sekitar 50 hektare hanya sekitar 10 persen saja yang masih menyisakan pepohonan.
Sisanya, lokasi yang awalnya ditetapkan sebagai sabuk hijau resapan air, saat ini benar-benar telah gundul. Lokasi yang awalnya merupakan perbukitan, sudah dikeruk dan sudah dibuat kavling-kavling yang rencana untuk perumahan subsidi dan non subsidi.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya lokasi galian c yang tidak jauh dari Perumahan Cityland. Galian C yang lokasinya cukup luas tersebut memperparah wilayah Kecamatan Sumber karena lokasi tersebut, juga termasuk daerah resapan air.
Galian yang awalnya adalah sawah tersebut beberapa tahun kebelakang dimohonkan ke SDA, lalu munculah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP). Tanah tersebut akhirnya di gali dan sekarang menyisakan lahan bekas galian yang kabarnya kembali akan dibangun lokasi perumahan.
Belum lagi lokasi Perumahan Kota Baru Keandra yang lokasinya berada di perbatasan Kecamatan Sumber dan Kecamatan Dukupuntang. Lokasi perumahan tersebut juga awalnya menjadi wilayah serapan air dan sekarang disulap menjadi kota baru yang didalamnya ada perumahan dan kegiatan bisnis lainnya.
Dari foto google map terlihat, di Kecamatan Sumber saja, lahan hijau sudah sangat berkurang, seiring semakin banyaknya di bangun perumahan perumahan. Dengan kata lain, banjir besar yang datang kemarin di Kota Sumber, akan terus berulang entah sampai kapan.
Editor : Ahmad Sayuti


