Tim Bro Ron yang Cantik Ini Dapatkan Pelecehan Hingga Suap Saat Mengawal Pengembalian Dana PIP

Tim Ronald Aristone Sinaga (Bro Ron) yaitu Nenden Ayu mendapatkan intimidasi dan juga upaya suap dari mantan wartawan yang juga komite salah satu sekolah di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Tim Bro Ron yang Cantik Ini Dapatkan Pelecehan Hingga Suap Saat Mengawal Pengembalian Dana PIP
Tak tanggung-tanggung, uang Rp100 juta ditawarkan agar Nenden Ayu dan Tim Bro Ron tidak lagi membela hak para siswa penerima dana Program Indonesia Pintar (PIP). (reza zurfiwan)

INILAHKORAN, Bogor - Tim Ronald Aristone Sinaga (Bro Ron) yaitu Nenden Ayu mendapatkan intimidasi dan juga upaya suap dari mantan wartawan yang juga komite salah satu sekolah di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Tak tanggung-tanggung, uang Rp100 juta ditawarkan agar Nenden Ayu dan Tim Bro Ron tidak lagi membela hak para siswa penerima dana Program Indonesia Pintar (PIP).

"Awalnya dintimidasi oleh oknum komite sekolah sekaligus mantan wartawan agar jangan membela hak para siswa yang menerima dana PIP, lalu karena gak mempan ia menawarkan Rp50 juta, lalu ditingkatkan menjadi Rp100 juta," ujar Nenden Ayu kepada wartawan, Minggu 2 Maret 2025. 

Nenden Ayu menuturkan, hingga saat ini Tim Bro Ron tak berniat mencari keuntungan dari membela hak masyarakat.

"Tujuan kami membela hak masyarakat, agar oknum Kepala Sekolah (Kepsek) dan Bendahara PIP mengembalikan dana PIP ke para siswa yang berhak menerima. Kalau oknum tersebut tidak kooperatif maka akan kami laporkan ke pihak Kepolisian ataupun Kejaksaan,"  tutur Nenden Ayu.

Ia menjelaskan, oknum wartawan tersebut komite di satu yayasan cukup besar di Kecamatan Tenjo, dimana di jenjang SD, SMP hingga SMK, dana PIP yang dikembalikan sudah Rp800 juta.

"Dari besar dana PIP sebesar Rp3 miliar, mereka sudah mengembalikan dana PIP sebesar Rp800 juta dan kini masih berproses untuk terus mengembalikan dana PIP," jelasnya.

Bro Ron menambahkan, Nenden Ayu juga mendapatkan pelecehan dari salah seorang oknum guru saat mengawal dana PIP maupun pengembalian ijazah sekolah yang sempat ditahan.

"Nenden Ayu dibilang macam-macam, sampai ada yang menyebut spesifikasi Lady Companion (LC) atau pemandu lagu di tempat karaoke. Kami menyayangkan istilah kurang baik atau negatif itu keluar dari mulut seorang guru," tambah Bro Ron.

Bro Ron pun berpesan, agar timnya tidak patah semangat dan terus memviralkan intimidasi, pelecehan dan upaya suap demi melindungi mereka dari para oknum Kepsek maupun Bendahara PIP.

"Viralkan terus, karena kalau banyak orang yang tau mereka para oknum segan untuk melakukan lagi intimidasi, suap maupun melakukan pelecehan," tukasnya. 


Editor : Doni Ramdhani