Tingkat Angka Kematian Ibu dan Anak jadi Sorotan, Pemkot Cimahi Lakukan Upaya Ini

Pemerintah Kota Cimahi kini tengah fokus melakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Cimahi yang diukur melalui Indeks Keluarga Sehat.

Tingkat Angka Kematian Ibu dan Anak jadi Sorotan, Pemkot Cimahi Lakukan Upaya Ini
Pemerintah Kota Cimahi kini tengah fokus melakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Cimahi yang diukur melalui Indeks Keluarga Sehat./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi kini tengah fokus melakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Cimahi yang diukur melalui Indeks Keluarga Sehat.

Upaya tersebut dilakukan menyusul adanya angka kematian ibu dan balita yang kerap terjadi, termasuk persoalan stunting yang kini menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.

"Salah satu upaya yang kita lakukan dengan menyelenggarakan kegiatan  peningkatan kapasitas petugas dalam penguatan kader tentang buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)," kata Pj Wali Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu strategi pencapaian penurunan Angka Kematian Ibu  dan Angka Kematian Bayi di Kota Cimahi.

Selain itu, sambung dia, penguatan pelayanan kesehatan melalui peningkatan kapasitas petugas dalam mendukung pelayanan kesehatan balita telah dilaksanakan mulai tahun lalu kepada 120 guru PAUD di Kota Cimahi.

Alhasil, dalam dua tahun terakhir ini angka kematian ibu dan balita mengalami penurunan.

“Kami sangat mendorong berbagai upaya yang mampu meningkatkan peran aktif masyarakat Cimahi," ucapnya.

"Ya, seperti halnya kader posyandu dalam peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan balita melalui tata laksana SDIDTK dan buku KIA di posyandu serta deteksi dini risiko penyimpangan perkembangan balita” jelasnya.

Seperti diketahui, buku KIA merupakan panduan bagi keluarga dan penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi awal masalah kesehatan selama masa kehamilan dan masa kanak-kanak.

"Dengan demikian, buku pegangan ini merupakan alat yang efektif untuk memantau penyediaan dan ketersediaan layanan kesehatan ibu dan anak yang esensial untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak," tukasnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana