Tinjau Rumah Berisi 18 KK yang Viral di Medsos, Begini Langkah Pemkot Cimahi
Tinjau Rumah Berisi 18 KK yang Viral di Medsos, Begini Langkah Pemkot Cimahi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - rumah Sri Aminah warga Kampung Cisurupan, RT 02/07, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi yang viral lantaran dihuni 18 KK (Kartu Keluarga) atau sekitar 46 jiwa kembali dikunjungi pejabat.
Kali ini, rumah berisi 18 KK yang berada di kawasan padat penduduk dan terhimpit di dalam gang sempit yang hanya bisa dilintasi dua motor itu didatangi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan.
Diberitakan sebelumnya, rumah yang diketahui milik Sri Aminah sudah ditinggali keluarganya sejak tahun 1982 itu. Rumah yang berada di kawasan pemukiman padat itu disebutkan terdapat 18 KK dan 46 jiwa usai dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk kebutuhan Pilkada 2024.
Setelah dilakukan penelusuran, tersisa 14 KK yang tinggal di sana, sedangkan 4 KK lainnya sudah pindah. Hanya saja alamatnya masih mencantumkan rumah tersebut.
"Memang betul ada satu rumah berisikan banyak KK. Tapi dari jumlah itu ternyata ada sebagian anggota keluarga yang sudah pindah," kata Didik usai meninjau rumah Sri Aminah, Selasa 9 Juli 2024.
"Ini akan kami tindaklanjuti, ini adalah bahan yang saya dapat untuk dilaporkan kepada Pak Pj Wali Kota," sambungnya.
Dikdik mengaku, keberadaan rumah yang membuat heboh itu sudah diketahui sejak lama. Bahkan, sudah dilakukan intervensi berupa bantuan-bantuan, hanya saja baru mencuat lagi belakangan ini.
"Sudah dilakukan intervensi berupa bantuan-bantuan hanya memang seiring dengan waktu ini akhirnya membuat kami sendiri baru mengetahui informasi belakangan ini," katanya.
Hasil peninjauan langsung, ungkap Dikdik, kondisi rumah tersebut memang cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pembahasan dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan melakukan assesment mulai dari kondisi rumah hingga keberadaan penghuninya.
"Memang mengkhawatirkan juga, Insyaallah ini akan kita tindaklanjuti kita bahas dengan SKPD," ucapnya.
"Kita akan assesment sehingga kita tahu persis apa yang harus dilakukan untuk bisa menyelesaikan atau membantu keluarga ini," sambungnya. ***
Editor : Bsafaat
