Total Rp320 Juta Bantuan DTH Disalurkan ke Korban Longsor Cisarua Bandung Barat

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp320 juta dan merupakan hasil sinergi antara Pemkab Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.  

Total Rp320 Juta Bantuan DTH Disalurkan ke Korban Longsor Cisarua Bandung Barat
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail didampingi Ketua TP PKK KBB Shanaz saat mengunjungi lokasi longsor di Pasirlangu, Cisarua. (Agus Satia Negara)

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap kedua kepada warga terdampak longsor di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp320 juta dan merupakan hasil sinergi antara Pemkab Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
 
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menjelaskan, awalnya Pemerintah Provinsi mengalokasikan dana sebesar Rp134 juta untuk 34 Kepala Keluarga (KK) yang sempat mengungsi di Posko GOR dan Balai Desa Pasirlangu. 

Kendati demikian, setelah proses verifikasi lanjutan, jumlah penerima bertambah menjadi 38 KK sehingga Pemkab Bandung Barat melengkapi kekurangan anggaran sebesar Rp40 juta.
 
"bantuan tambahan diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat, hilang, atau berada di zona terdampak langsung longsor," kata Jeje.
 
Selain itu, sebut Jeje, sebanyak 56 KK yang bermukim di zona merah atau wilayah yang dinilai tidak aman untuk dihuni masing-masing menerima bantuan sebesar Rp5 juta dengan total nilai Rp280 juta.
 
Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk biaya sewa rumah sementara dan membantu kebutuhan hidup selama masa pemulihan. 

"Tujuannya agar warga tidak terlalu lama tinggal di posko pengungsian karena bisa berdampak pada kondisi psikologis. Kita ingin proses pemulihan berjalan lebih cepat dan manusiawi," jelasnya.
 
Guna memastikan ketertiban dan ketepatan sasaran, sambung Jeje, penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke rumah masing-masing penerima sesuai kesepakatan dengan pemerintah desa. 

"Kami berharap langkah ini dapat mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana secara optimal serta menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak," tandasnya. ***

Total Rp320 Juta bantuan DTH Disalurkan ke Korban longsor Cisarua Bandung Barat
 
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap kedua kepada warga terdampak longsor di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp320 juta dan merupakan hasil sinergi antara Pemkab Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
 
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menjelaskan, awalnya Pemerintah Provinsi mengalokasikan dana sebesar Rp134 juta untuk 34 Kepala Keluarga (KK) yang sempat mengungsi di Posko GOR dan Balai Desa Pasirlangu. 

Kendati demikian, setelah proses verifikasi lanjutan, jumlah penerima bertambah menjadi 38 KK sehingga Pemkab Bandung Barat melengkapi kekurangan anggaran sebesar Rp40 juta.
 
"bantuan tambahan diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat, hilang, atau berada di zona terdampak langsung longsor," kata Jeje.
 
Selain itu, sebut Jeje, sebanyak 56 KK yang bermukim di zona merah atau wilayah yang dinilai tidak aman untuk dihuni masing-masing menerima bantuan sebesar Rp5 juta dengan total nilai Rp280 juta.
 
Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk biaya sewa rumah sementara dan membantu kebutuhan hidup selama masa pemulihan. 

"Tujuannya agar warga tidak terlalu lama tinggal di posko pengungsian karena bisa berdampak pada kondisi psikologis. Kita ingin proses pemulihan berjalan lebih cepat dan manusiawi," jelasnya.
 
Guna memastikan ketertiban dan ketepatan sasaran, sambung Jeje, penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke rumah masing-masing penerima sesuai kesepakatan dengan pemerintah desa. 

"Kami berharap langkah ini dapat mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana secara optimal serta menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti