TPS di Wangunsari Ditutup, Kades Bakal Evaluasi Total Pengelolaan Sampah
Buntut dari tiga TPS di Wangunsari ditutup, Pemerintahan Desa Wangunsari berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Buntut dari tiga TPS di Wangunsari ditutup, Pemerintahan Desa Wangunsari Kecamatan Lembang, KBB berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di wilayahnya.
Kepala Desa Wangunsari Diki Rohani mengungkapkan, tiga TPS di Wangunsari ditutup itu menjadi titik balik penting dalam penanganan masalah sampah yang selama ini menjadi sorotan.
"Atas nama Pemerintahan Desa Wangunsari, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan Komisi III DPRD KBB beserta anggota dan dinas terkait TPS di Wangunsari ditutup. Mudah-mudahan pada hari ini menjadi titik bagaimana penanganan sampah yang ada di Desa Wangunsari," kata Diki, Senin 9 Februari 2026.
Diki juga menegaskan, pihaknya bakal memantau kepatuhan pengelola TPS terhadap rekomendasi yang telah dikeluarkan Komisi III DPRD dan instansi terkait.
"Saya imbau kepada pengelola tadi untuk mentaati dan mematuhi apa yang menjadi rekomendasi dan temuan pada hari ini. Sehingga menjadi kewajiban kami tentunya juga untuk memantau apakah mereka melaksanakan apa yang menjadi rekomendasi tersebut," tegasnya.
Terkait penanganan sampah harian, Diki mengakui, desa belum sepenuhnya mandiri. Meskipun 6 RW sudah diklaim mandiri dan 9 RW lainnya dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun sampah yang menumpuk di TPS ilegal tersebut diduga besar berasal dari luar wilayah Desa Wangunsari.
"Setahu saya ini dari luar ya. Karena kalau yang dari Desa Wangunsari sendiri, selain sudah mandiri yang 6 RW, juga yang 9 RW kan sedang kita kelola oleh Dinas Lingkungan Hidup," jelasnya.
Saat ini, sebut Diki, pengangkutan sampah oleh DLH di wilayah tersebut berjalan cukup lancar dengan frekuensi empat truk per minggu.
Namun, pihaknya menyadari perlunya inovasi lebih lanjut untuk mengatasi sampah di 15 RW yang ada.
"Secara menyeluruh dari 15 RW itu memang kita belum bisa tangani semuanya. Mungkin nanti ke depan akan kita kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup ataupun ahli maupun pakar yang memungkinkan kita untuk mampu mengelola sampah dengan baik," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani


