Trauma Keracunan MBG Hantui Siswa Cipongkor, Puluhan Kembali Dilarikan ke Puskesmas
Kepanikan dan trauma akibat kejadian keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG sebelumnya menjadi penyebab utama para siswa kembali dibawa ke fasilitas kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah – Kepanikan dan trauma akibat kejadian keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG sebelumnya menjadi penyebab utama para siswa kembali dibawa ke fasilitas kesehatan.
Sebelumnya, sebanyak 36 siswa yang kembali merasakan gejala keracunan mbg di Kecamatan Cipongkor pada hari yang sama. Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat.
"Mereka ketakutan saja, masih trauma keracunan mbg," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Cipongkor, Yuyun Sarihotimah.
Yuyun memastikan bahwa tidak ada siswa yang mengalami sakit serius. Sebagian besar siswa yang mengalami gejala seperti mual, pusing, hingga muntah telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
"Aman, tidak ada apa-apa, tinggal 1 yang masih perlu penanganan lebih lanjut," ungkapnya.
Menurutnya, langkah sigap dari pihak sekolah dan tenaga medis patut diapresiasi. Mereka dengan cepat membawa para siswa yang merasakan gejala tidak nyaman ke Puskesmas Cipongkor dan RSUD Cililin untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
"Dan disuruh buru-buru ke PKM/PONED Puskesmas Cipongkor," tandasnya.
Kapolsek Sindangkerta, Iptu Sholehuddin, sebelumnya juga memberikan rincian data siswa yang kembali merasakan gejala keracunan mbg, yang terdiri dari:
- MTs Muslimin: 23 siswa
- MTs Syarif Hidayatullah: 4 siswa
- MA Al-Barqun Najah: 1 siswa
- MI Babakan: 6 siswa
- MA Darulfikri: 1 siswa
- SMP 3 Cipongkor: 1 siswa
Total: 36 siswa
Iptu Sholehuddin juga menambahkan bahwa sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.***
Editor : JakaPermana


