Trump Setujui Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi, Bernilai Puluhan Miliar Dolar AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui perjanjian kerja sama dengan Arab Saudi untuk mengembangkan infrastruktur nuklir di kerajaan tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui perjanjian Kerja Sama dengan Arab Saudi untuk mengembangkan infrastruktur Nuklir di kerajaan tersebut. Kesepakatan yang berlaku selama 30 tahun itu diperkirakan bernilai puluhan miliar dolar AS dan berpotensi membuka jalan bagi pengayaan uranium di Arab Saudi.
Laporan The Wall Street Journal, Selasa (21/7/2026), menyebutkan perjanjian tersebut mengatur keterlibatan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dalam pembangunan fasilitas Nuklir, termasuk kemungkinan membangun fasilitas pengayaan uranium jika dinilai diperlukan oleh kedua negara.
Kesepakatan ini menjadi salah satu Kerja Sama energi terbesar antara Washington dan Riyadh dalam beberapa dekade terakhir.
Namun, sejumlah pejabat Amerika Serikat dilaporkan menyuarakan kekhawatiran karena perjanjian tersebut dinilai belum memiliki jaminan keamanan yang memadai untuk mencegah penyalahgunaan teknologi Nuklir.
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright dijadwalkan menandatangani perjanjian tersebut pada Rabu (22/7/2026), sebelum dokumen itu diserahkan kepada Kongres untuk ditinjau sesuai mekanisme yang berlaku.
Laporan itu juga menyebutkan Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi berpotensi memicu perdebatan di Kongres. Sejumlah anggota parlemen menilai penyebaran teknologi Nuklir di kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak dapat meningkatkan risiko keamanan regional.
Meski demikian, upaya Kongres untuk membatalkan perjanjian diperkirakan tidak mudah. Untuk menggagalkan kesepakatan tersebut, Kongres harus meloloskan resolusi bersama dan memperoleh dukungan mayoritas dua pertiga di Senat maupun DPR AS guna membatalkan hak veto presiden.
Apabila tetap berjalan, Kerja Sama ini diperkirakan akan memperkuat hubungan strategis antara Amerika Serikat dan Arab Saudi, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sektor energi Nuklir sipil di kawasan Teluk.***
Editor : JakaPermana

