Twitter Ancam Tuntut Elon Musk, Buntut Gagal Beli yang Dipicu Akun Palsu Buzzer

Twitter Inc bakal menuntut Elon Musk. Buntut gagalnya pembelian. Betulkah gara-gara akun palsu yang banyak dipakai buzzer?

Twitter Ancam Tuntut Elon Musk, Buntut Gagal Beli yang Dipicu Akun Palsu Buzzer
Twitter akan menuntut Elon Musk gara-gara gagal beli yang dipicu banyaknya akun palsu yang biasa digunakan buzzer.

INILAH KORAN, Jakarta - Twitter Inc bakal menuntut Elon Musk. Buntut gagalnya pembelian. Betulkah gara-gara akun palsu yang banyak dipakai buzzer?

Twitter menggandeng firma hukum di Amerika Serikat, Wachtell, Lipton, Rosen and katz, untuk menuntut Elon Musk karena tidak jadi membeli perusahaan media sosial itu.

Menurut laporan Reuters, Senin, kabar ini tersiar dari seorang sumber yang mengetahui perkara ini. Twitter menuntut agar Elon Musk menyelesaikan akuisisi senilai 44 miliar dolar AS tersebut.

Menurut sang sumber, Twitter akan mengajukan berkas ke pengadilan di Delaware dalam pekan ini.

Baca Juga: Lama Tak Aktif, Elon Musk Buat Heboh Usai Unggah Foto 4 Anaknya Bersama Paus Fransiskus di Twitter

Wachtell, Lipton, Rosen and Katz memperkuat tim hukum Twitter, yang saat ini terdiri dari Simpson Thacher and Bartlett LLP dan Wilson Sonsini Goodrich and Rosati.

Twitter menolak berkomentar atas isu ini. Sementara firma hukum itu belum menanggapi pertanyaan Reuters.

Elon Musk, bos mobil otonom Tesla, pekan lalu mengumumkan mundur dari pembelian Twitter karena platform media sosial tersebut gagal memberikan informasi soal jumlah akun palsu.

Baca Juga: Katie Holmes Buat Fans Terkejut Karena Gaya Pakaian di Postingan Twitter Miliknya

Ketua dewan Twitter, Bret Taylor, secara terang-terangan melalui media sosial menyatakan mereka akan menempuh langkah hukum.

Wachtell, Lipton, Rosen and Katz pernah menjadi penasihat hukum Elon Musk ketika dia ingin menjadikan Tesla sebagai perusahaan tertutup pada 2018. Saat itu, Musk mengaku sudah mendapatkan dana sebesar 72 miliar dolar AS untuk menjadikan Tesla perusahaan tertutup.

Musk tidak pernah menindaklanjuti rencana tersebut.***


Editor : inilahkoran