Unik dan Menarik, Kerajinan Eceng Gondok Cipeundeuy Tembus Pasar Nasional

Tanaman eceng gondok di tangan para perajin di Desa Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat jadi barang menarik hingga tembus pasar nasional.

Unik dan Menarik, Kerajinan Eceng Gondok Cipeundeuy Tembus Pasar Nasional
Kerajinan tangan dari tanaman eceng gondok di Desa Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat tembus pasar nasional.

INILAHKORAN, Ngamprah - Bagi sebagian besar orang banyak yang menganggap tanaman eceng gondok sebagai gulma atau tanaman yang merugikan lantaran bisa merusak ekosistem air, bahkan bisa membuat hewan air mati jika terlalu banyak tumbuh.

Kendati demikian, ditangan Duduy Abdullah (62) warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) eceng gondok yang memiliki nama ilmiah Eichhornia Crassipes mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah, dan bahkan mampu mengangkat perekonomian warga sekitar.

Pasalnya, ia berhasil menyulap tanaman eceng gondok menjadi berbagai kerajinan unik dan menarik dari mulai perlengkapan rumah hingga dekorasi lengkap dengan berbagai aksesorisnya.

Baca Juga: Eceng Gondok 'Serbu' Waduk Jatiluhur

Pria yang akrab disapa Bah Duduy tersebut mengatakan, usaha kerajinan eceng gondok tersebut digelutinya lantaran melihat banyaknya warga Desa Cipeundeuy yang tingkat ekonominya masih rendah.

Sehingga, ia mulai berfikir dan berinisiatif memberikan pelatihan membuat kerajinan dari eceng gondok kepada warga sekitar tempat tinggalnya agar mampu berdaya dari sisi ekonomi dan penghasilannya.

"Saya mulai memanfaatkan eceng gondok sejak 2014 hingga saat ini. Bahkan, para pengrajin yang saya latih pun mulai bertambah," katanya, Kamis 30 Desember 2021.

Baca Juga: Di Garut Eceng Gondok Disulap Jadi Pakan Ternak dan Kerajinan

Ia mengaku bersyukur lantaran niat baiknya mendapat sambutan positif dari masyarakat.

"Alhamdulillah sambutan dari masyarakat itu cukup antusias menyambut baik," ujarnya.

Namun demikian, lanjut dia, ada beberapa kendala yang dihadapi baik itu dari sisi SDM maupun dari sisi permodalan lantaran usaha kerajinan yang digelutinya selama ini bisa dikatakan tanpa modal.

"Saya hanya berbekal keinginan kuat dan niat ingin membantu masyarakat, sehingga saya dan keluarga bisa bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.

Baca Juga: Pegawai PJT II 'Bebersih' Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur

Ia menyebut, pemasarannya pun mulai dari Provinsi Jawa Barat sampai Provinsi Jawa Timur. Termasuk kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Cimahi, Purwakarta, Bekasi dan Jakarta.

"Alhamdulillah pemasarannya pun cukup luas, bahkan sampai lintas provinsi," imbuhnya, Kamis 30 Desember 2021.

Lebih lanjut ia menuturkan, untuk penyediaan bahan baku eceng gondok langsung diambil dari Danau Cirata. Di sana ada petani eceng yang sengaja bertugas untuk mengambil dan memanen bahan baku.

"Kurang lebih ada 10 orang petani. Hasilnya saya beli dengan harga standar yang bisa membantu ekonomi mereka," tuturnya.

Baca Juga: Atasi Banjir, Kades Cipeundeuy Siapkan Mesin Pompa

Selain itu, sambung dia, ada juga kendala yang dihadapi sampai hari ini dari adalah proses pembuatan kerajinan eceng yang agak lumayan lama dan cukup sulit.

"Karena memang banyak model dan permintaan yang harus dipenuhi, sehingga harus ada pelatihan bagi ibu-ibu, dan juga dari sisi modal kami masih kurang untuk stok bahan baku, termasuk upah karena upah ini tidak bisa ditangguhkan," bebernya.

"Jadi kalau udah selesai dikerjakan, misalkan satu minggu sekali kita melakukan upah," tandasnya. *** (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran