Urai Berbagai Persoalan, Pemkot Evaluasi Menyeluruh RSUD Kota Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan evaluasi total RSUD Kota Bogor setelah terbitnya hasil pemeriksaan dari Inspektorat Kota Bogor.

Urai Berbagai Persoalan, Pemkot Evaluasi Menyeluruh RSUD Kota Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan evaluasi total RSUD Kota Bogor setelah terbitnya hasil pemeriksaan dari Inspektorat Kota Bogor.

INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan evaluasi total RSUD Kota Bogor setelah terbitnya hasil pemeriksaan dari Inspektorat Kota Bogor.

Sekda Kota Bogor telah memanggil jajaran RSUD Kota Bogor lebih dari 10 kali, untuk lebih detail melakukan identifikasi persoalan dan kedepannya tidak terulang. 

Untuk diketahui, RSUD Kota Bogor beberapa waktu lalu dikabarkan merugi ratusan miliar hingga ketersediaan obat-obatan juga terbatas. Hal ini membuat Inspektorat Kota Bogor turun untuk melakukan pemeriksaan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin memaparkan, Sekda Kota Bogor sudah memanggil jajaran RSUD Kota Bogor lebih dari 10 kali untuk mengidentifikasi dan mengurai permasalahan yang ada. 

"Secara manajemen dan keuangan butuh treatment intervensi APBD tapi tidak bisa langsung begitu saja memberikan subsidi dan anggaran tanpa mengkaji ataupun mengidentifikasi seeta diagnosa," tegas Jenal kepada INILAHKORAN pada Rabu (12/11/2025) sore. 

Jenal menjelaskan, sehingga RSUD Kota Bogor kemarin terjadi bukan kerugian, tapi kekurangan pendapatan ya. Itu harus dipecahkan dahulu penyebabnya, baru subsidi bisa dilontarkan. 

"Tapi demi pelayanan yang prima dan maksimal karena RSUD menjadi rujukan Regional dan pasien manapun diterima. Maka harus ada langkah cepat dan sore ini rapat dengan Sekda Kota Bogor. Kami tidak mau berbicara nominal, penyakitnya dahulu kita obati," jelasnya. 

Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi memaparkan, langkah-langkah upayakan menyikapi hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Bogor yang sudah terbit, selanjutnya terus pihaknya dengan RSUD intens berkokdinasi dalam rangka untuk tahun 2026 pulih lagi.

"Mudah-mudahan sisa tahun ini kami bisa antisipasi terkait pelayanan. Mudah-mudahan pelayanan terus meningkat dengan ketersediaan obat dan alat kesehatan lainnya," terang Denny kepada INILAHKORAN pada Rabu (12/11/2025) sore.

Denny menegaskan, yang paling diutamakan adalah pelayanan dan hal lain menyusul. Anggaran nanti dibahas di Banggar hari ini untuk tahun 2026. 

"RSUD itu proses mekanisme nya BLUD jadi ada ke khusus an. Tidak sama dengan OPD. Anggarannya menjadi bagian konsolidasi di APBD," tegasnya. 

Denny menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi temuan inspektorat.

"Tentunya, secara keseluruhan kami evaluasi RSUD Kota Bogor," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana