Usianya Sudah 382 Tahun, Masalah Sampah Tak Kunjung Beres di Kabupaten Bandung

Permasalahan sampah hingga saat ini tak kunjung selesai, buktinya sejak lama di daerah yang biasa juga disebut Tatar Ukur ini dapat dengan mudah ditemukan tumpukan sampah liar diberbagai sudut jalan dan pemukiman warga.

Usianya Sudah 382 Tahun, Masalah Sampah Tak Kunjung Beres di Kabupaten Bandung
Tumpukan sampah terlihat di mulut jalan Kampung Ciburial Timur Desa/Kecamatan Soreang di depan Jalan Raya Soreang-Banjaran. By Rd Dani R Nugraha

INILAHKORAN,Soreang-Memasuki usia ke-382 berbagai permasalahan pelayanan publik di Kabupaten Bandung masih belum bejalan dengan baik. Salah satunya adalah permasalahan sampah.

Permasalahan sampah hingga saat ini tak kunjung selesai, buktinya sejak lama di daerah yang biasa juga disebut Tatar Ukur ini dapat dengan mudah ditemukan tumpukan sampah liar diberbagai sudut jalan dan pemukiman warga.

Seperti yang terlihat di Kampung Ciburial Timur Desa/Kecamatan Soreang, tumpukan sampah terlihat di mulut jalan kampung  di depan Jalan Raya Soreang-Banjaran. 

Tumpukan sampah itu, memang sudah biasa terjadi. Karena memang di sekitar pemukiman warga ini tidak terdapat Tempat Pembuangan sampah Akhir Sementara (TPAS). Namun biasanya, sampah itu diangkut setiap pekan oleh petugas kebersihan.

"Nah kalau sekarang sudah satu minggu dan ini sudah masuk ke minggu kedua sampahnya enggak diangkut oleh petugas kebersihan," kata Ade (34) salah seorang warga setempat, Selasa 2 Mei 2023. 

Dikatakan Ade, karena tak kunjung diangkut, sampah di mulut jalan menuju pemukiman itu semakin menumpuk. Alhasil, selain merusak pandangan mata, bau tak sedap dari genangan air lindi pun cukup membuat jijik siapa saja yang melintas ke tempat itu.

"Bau busuk dan lalat berterbangan kemana-mana, yah bikin risih juga sih. Kami juga heran kok enggak diangkut-angkut itu sampah sejak dari lebaran kemarin," ujarnya.

Tumpukan sampah juga dapat dengan mudah ditemukan diberbagai sudut kampung. Bahkan, di Kabupaten Bandung yang besok akan merayakan hari jadinya ke 382 tahun itu, tumpukan sampaj liar dapat dengan mudah ditemukan di tepi-tepi jalan. Sayangnya, meski telah dibersihkan atau diangkut oleh petugas kebersihan, dengan cepat tumpukan sampah baru muncul lagi.

"Entah kenapa persoalan sampah di Kabupaten Bandung kok enggak pernah beres. Padahal, pejabat dan pegawai pemerintah yang ngurusnya ada, mereka digaji oleh rakyat untuk ngurusin sampah, tapi kok tetap saja semrawut. Sebagai masyarakat yang taat pajak rasanya wajar dong menuntut hak pelayanan kepada pemerintah," kata Asep (51) salah seorang warga Kabupaten Bandung

Asep melanjutkan, saat ini usia Kabupaten Bandung sudah memasuki 382. Seharusnya, diusia yang sudah tidak muda lagi itu, berbagai pelayanan publik semakin membaik. Termasuk pelayanan atau penanganan permasalahan sampah.

"Yah harusnya semua pelayanan publik itu terus lebih baik. Bukannya semakin semrawut enggak ke urus, kan usia 382 itu bukan anak-anak lagi yah, tapi sudah tua atau dewasa masa kelakuannya masih seperti ini," katanya.(rd dani r nugraha).


Editor : Ahmad Sayuti