UTama Menggelar ICBPS Secara Daring
Universitas Widyatama (UTama) akan menggelar International Conference on Business Policy and Sciences (ICBPS) yang ketiga. Konferensi mengenai penulisan paper para dosen itu rencananya akan dilangsungkan secara daring, pada 14-15 Oktober 2020.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Universitas Widyatama (UTama) akan menggelar International Conference on Business Policy and Sciences (ICBPS) yang ketiga. Konferensi mengenai penulisan paper para dosen itu rencananya akan dilangsungkan secara daring, pada 14-15 Oktober 2020.
Warek III Bidang Riset, Pengembangan dan Kerjasama UTama, Haizam Bin Mohd Saudi mengatakan bahwa kegiatan itu melibatkan perguruan tinggi yang ada di Indonesia juga beberapa perguruan tinggi dan dosen mancanegara, termasuk para pesertanya.
Pihaknya selaku penyelenggara telah menerima sekitar 120 paper, dari perguruan tinggi mancanegara yang telah melakukan kerjasama dengan UTama, seperti dari Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Adapun dosen perguruan tinggi mancanegara yang terlibat terdiri dari dosen University of San Fransisco, Amerika Serikat, Oxford University, Inggris, Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia, International University of Malaya-Wales (IUMW), Malaysia, National University of Singapura (NUS), Singapura, Universitas De La Salle Lipa, Philipina, serta Chulalongkorn University, Thailand.
Sedangkan untuk dosen dari dalam negeri datang dari Unpad, ITB, UPI, UI, Unisba, Mercubuana dan lainnya. Termasuk dosen dari Universitas Widyatama.
Dia mengungkapkan setiap dosen berkolaborasi dengan dosen lainnya. Maksimal lima dosen menulis dalam bidang yang sama. Hal itu agar berbeda-beda perspektifnya. Paper sendiri merupakan ringkasan dari hasil penelitian para dosen.
“Tujuan utama dari mengadakan ICBPS ini adalah untuk menghasilkan banyak paper berkualitas yang terindek scopus. Supaya orang bisa mengetahui kebijakan baru dari hasil penelitiannya. Itu merupakan tujuan utamanya, karena pembahasannya dilakukan secara ilmiah. Kebijakan baru dibahas oleh audiens. Jadi penulis lebih mendalami ilmu yang mereka punya,” kata Haizam, Jumat (9/10/2020).
Dia menambahkan para dosen akan memberikan presentasi di konferensi agar bisa membahas kebijakan-kebijakan baru dari hasil penelitian mereka. Selain itu, ICBPS adalah momentum bagi para penulis, agar secara akademik lebih paham mengenai penelitian dalam penulisan paper. Sifat konferensinya berbentuk hybrid, bagaimana menggabungkan berbagai bentuk ilmu dalam satu konferensi.
Adapun bidang penelitiannya meliputi teknik, sistem informatika, akunting, bisnis manajemen, bahasa, serta desain komunikasi Visual.
“Itu yang menjadikan timbulnya ilmu yang baru hasil dari pada penelitian dan pembahasan oleh audiens di konferensi. Agar ilmunya dapat dikembangkan terhadap orang lain,” kata Haizam.
Pada pelaksanaannya, kurang lebih ada enam sesi pararel. ICBPS tahun ini dilangsungkan secara webinar, dikarenakan kondisi pandemi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan secara tatap muka langsung.
Komite atau tim yang ada di Universitas Widyatama akan memeriksa paper yang sudah dikirim. Mereka akan memeriksa kualitas, konten, format paper, sehingga layak menjadi bentuk karya yang terindek Scopus. Terlebih sebelumnya akan diperiksa oleh para editor dari Amerika Serikat dan Eropa.
“Para pemeriksanya ahli dengan bidangnya masing-masing. Karena kami menerima berbagai paper dalam berbagai bidang, kemudian dicek kembali secara teliti,” kata Haizam.
Jurnal para dosen tersebut, kata Haizam, nantinya akan diterbitkan pada jurnal yang berbeda namun tetap diindek oleh Scopus.
“Harapannya dengan kegiatan konferensi ini adalah kualitas paper atau penelitian para dosen khususnya dari Widyatama dan juga dari perguruan tinggi Indonesia umumnya akan meningkat. Karena kita mendapat masukan dari dosen mancanegara yang juga akan menjadi audience pada kegiatan konferensi tersebut,” paparnya. (Okky Adiana)
Editor : Bsafaat


