Viral Motor Listrik Berlogo BGN, Pemprov Jabar Justru Belum Tahu

Video deretan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang diklaim untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memicu tanda tanya besar.

Viral Motor Listrik Berlogo BGN, Pemprov Jabar Justru Belum Tahu
Sekda Jabar Herman Suryatman secara terbuka mempertanyakan validitas video yang beredar luas di media sosial itu. Dia menegaskan, hingga kini belum ada koordinasi atau pemberitahuan resmi dari BGN terkait distribusi motor listrik ke SPPG di Jabar. (dok)

INILAHKORAN.ID - Video deretan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang diklaim untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat memicu tanda tanya besar. 

Di tengah viralnya informasi tersebut, Pemprov Jabar justru mengaku belum mendapat kejelasan apa pun.

Sekda Jabar Herman Suryatman secara terbuka mempertanyakan validitas video yang beredar luas di media sosial itu. Dia menegaskan, hingga kini belum ada koordinasi atau pemberitahuan resmi dari BGN terkait distribusi motor listrik ke SPPG di Jabar.

"Belum ada konfirmasi, harus kita cek kebenarannya," ujar Herman, Senin (6/4/2026).

Minimnya informasi ini menimbulkan keganjilan. Pasalnya, jika benar merupakan program resmi, seharusnya pemerintah daerah sebagai pelaksana di lapangan sudah lebih dulu menerima pemberitahuan.

"Kami belum mendapatkan informasi soal hal tersebut," ucapnya.

Kebingungan serupa juga terjadi di level teknis. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Regional Bandung, Ramzi, mengaku belum menerima instruksi maupun informasi terkait keberadaan motor listrik tersebut.

"Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi kang terkait dengan motor listrik tersebut," katanya.

Dia pun mengaku hanya mengetahui informasi tersebut dari media sosial, tanpa ada penjelasan resmi mengenai asal-usul maupun tujuan distribusinya.

"Kebetulan memang pernah liat di medsos terkait dengan adanya yang mengupload terkait motor listrik. Tapi sampai sekarang saya pribadi belum mendapatkan informasi motor tersebut akan diserahkan ke siapa, dikirim ke mana dan jumlahnya berapa," tuturnya.

BGN sebelumnya memang pernah menyinggung kebutuhan kendaraan operasional dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut, skala program yang masif membuat kebutuhan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor melonjak signifikan.

"Dan sekarang itu termasuk mobil yang sulit dicari," kata Dadan.

Dia juga mengungkap dampak lanjutan program tersebut terhadap pembelian kendaraan oleh pegawai SPPG.

"Di SPPG itu pegawainya sekarang 60 persen beli motor. Jadi kalau ada 50 orang, dikali 60 persen, artinya 30 orang beli motor," ucap Dadan.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi motor listrik berlogo BGN yang viral tersebut merupakan bagian dari kebijakan distribusi pemerintah. 


Editor : Doni Ramdhani