Viral Video "Muharam Dangdutan", Kemenag Tasikmalaya Langsung Beri Klarifikasi

Kemenag Kabupaten Tasikmalaya meluruskan informasi terkait video hiburan musik yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah.

Viral Video "Muharam Dangdutan", Kemenag Tasikmalaya Langsung Beri Klarifikasi

INILAHKORAN - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya meluruskan informasi terkait video hiburan musik yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah. Video tersebut sempat menuai kritik warganet lantaran menyebut acara tersebut sebagai “Muharam Dangdutan”.

Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kemenag Tasikmalaya, H. Asep M. Nurman, M.Pd., membantah keterlibatan pihaknya dalam kegiatan hiburan sebagaimana yang tergambar dalam video.

“Seluruh kegiatan resmi yang kami laksanakan berlangsung khidmat, sarat nilai-nilai spiritual, dan sama sekali tidak melibatkan hiburan seperti dangdutan,” tegas Asep, Senin (30/6/2025).

Rangkaian Kegiatan Resmi 1 Muharam Kemenag Tasikmalaya:
Tadarus Subuh Virtual – Sebagai pembuka rangkaian kegiatan keagamaan.

Semaan Al-Qur’an – Dilaksanakan pukul 08.00–12.00 WIB.

Lomba Liwet dan Makan Kerukunan – Diikuti oleh pegawai sebagai simbol kebersamaan.

Apel Kesiapan dan Doa Awal–Akhir Tahun – Digelar antara waktu Dzuhur hingga Asar.

Istighosah dan Doa Bersama – Dihadiri 1.400 karyawan Kemenag dan bertempat di Masjid Agung Baiturrahman dari pukul 15.30 WIB hingga waktu Magrib, dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah.

Sementara itu, Pranata Humas Kemenag Tasikmalaya, Fajri Adi Setia, menambahkan bahwa video yang menampilkan hiburan musik tersebut direkam setelah seluruh agenda resmi selesai dilaksanakan.

“Kegiatan dalam video itu bukan bagian dari acara PHBI Kemenag. Itu terjadi setelah semua agenda keagamaan ditutup secara resmi,” jelas Fajri.

Kemenag Tasikmalaya berharap klarifikasi ini bisa mengakhiri polemik dan menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam dilaksanakan sepenuhnya dalam nuansa religius.


Editor : Firda Rachmawati