Waduh, Ribuan Agen E Warong di KBB Terancam Bangkrut Gara-gara BPNT Disalurkan via Kantor Pos

Ribuan agen E Warong di KBB terancam bangkrut gara-gara perubahan kebijakan penyaluran BPNT dari Kemensos RI.

Waduh, Ribuan Agen E Warong di KBB Terancam Bangkrut Gara-gara BPNT Disalurkan via Kantor Pos
Penyaluran BPNT melalui Kantor Pos membuat ribuan agen E Warong terancam bangkrut.

INILAHKORAN, Bandung- Nasib nahas dialami ribuan agen E Warong di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ribuan agen E Warong di KBB, itu terancam gulung tikar dan kini sedang harap-harap cemas menanti bantuan perbaikan nasib mereka.

Adalah perubahan kebijakan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) dari Kemensos terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang membuat ribuan agen E Warong itu menjerit.

Baca Juga: Telkomsel Ajak Pelanggan Setia Nonton Gratis MotoGP di Sirkuit Mandalika

Pasalnya, BPNT yang disalurkan kini berupa uang tunai sebesar Rp200 ribu per bulan dan pencairannya bakal dilakukan melalui kantor pos.

Sementara untuk proses pencairannya sendiri dilakukan langsung selama tiga bulan, sehingga KPM bisa mendapat uang sebesar Rp600 ribu.

Perubahan itu tertuang dalam surat Dirjen Penanganan Fakir Miskin, tertanggal 18 Februari 2022, nomor 592/6/BS.01/2/2022 tentang Percepatan Penyaluran Bansos Sembako/BPNT periode Januari-Maret 2022.

Baca Juga: Endemi Jadi Pandemi? Nggak Ngaruh ke Pemulihan Ekonomi Kata Sekda Bandung Ema Sumarna

Agen E Warong Shoffiyah Cililin, Deden mengatakan, selama ini BPNT merupakan bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik.

Menurutnya, Bantuan itu digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan atau e-warong yang bekerjasama dengan bank.

"Bahkan, program tersebut bukan lagi disebut BPNT tapi bantuan sembako," katanya.

Ia menilai, dengan adanya kebijakan baru tersebut, KPM akhirnya bebas berbelanja di mana saja tanpa harus mendatangi e-warong.

Baca Juga: Diskar PB Kota Bandung Lakukan 151 Penyelamatan Sejak Awal 2022

"Imbasnya agen-agen yang selama ini menjadi penyalur sembako banyak yang kelimpungan, padahal di KBB jumlahnya ribuan," katanya.

Sementara itu, salah seorang KPM, Oom Komariah (68) lebih memilih membelanjakan uang BPNT di bekas agen karena kualitas barang yang dijual terjamin. Selain itu dirinya bisa bebas belanja membeli apa aja kebutuhan yang mendesak dibutuhkannya.

Dari total uang Rp 600 ribu yang diterimanya, sebut dia, habis buat berbelanja sembako Rp 300 ribu, sedangkan sisanya buat dibelikan gas, minyak goreng, dan sebagainya.

Baca Juga: Hirup Udara Bebas , Angelina Sondakh: Terima Kasih Allah Telah Menampar Saya...

"Dari dulu saya biasa berbelanja di e-warong atau agen sekalipun sekarang dibebaskan berbelanja dimana saja, saya memilih belanja ke sini karena berasnya premium, telornya pun segar," pungkasnya. *** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran