Warga Desa Tanjungjaya Garut Gembira Miliki Jembatan Gantung
Desa Tanjungjaya, dan Desa Tegalgede serta sekitarnya di Kecamatan Pakenjeng selatan Garut semringah lantaran jembatan penghubung kedua desa yang melintasi sungai Cikandang akhirnya terwujud setelah puluhan tahun didambakan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut Warga Desa Tanjungjaya, dan Desa Tegalgede serta sekitarnya di Kecamatan Pakenjeng selatan Garut semringah lantaran jembatan penghubung kedua desa yang melintasi sungai Cikandang akhirnya terwujud setelah puluhan tahun didambakan.
Jembatan gantung sepanjang 150 meter di wilayah Desa Tanjungjaya itu dibangun kerjasama Kodam III/Siliwangi, dan Vertical Rescue Indonesia serta warga setempat, dan diresmikan penggunaannya bertepatan dengan Hari Juang TNI AD ke-74 pada Senin (6/1/2020).
Tampak hadir Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Dandim 0611 Garut Letkol Inf. Erwin Agung, Kasdim 0611/Garut Mayor Inf. Hamzah Budi Susanto, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cab. XXll Kodim 0611 Ny. Indry Erwin Agung T.W.A., Wisnu perwakilan dari Young Presiden Organisation (YPO) sebagai donatur serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimkec) Pakenjeng.
“Kita bersyukur hari ini bisa digunakan dan di resmikan, dengan pekerjaan 6 hari kita bersatu padu marilah kita sama – sama merawatnya,” kata Dandim 0611/Garut Letkol Inf. Erwin Agung Teguh.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan salah satu solusi guna memberikan kenyamanan, dan keamanan bagi semua komponen masyarakat yang akan memudahkan akses transportasi sehingga lebih efisien dan efektif.
Dia berharap dengan terbangunnya jembatan tersebut maka arus perekonomian maupun distribusi barang, dan jasa bisa semakin lancar. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pendapatan masyarakat.
Dia meminta unsur pemerintahan desa secara terus menerus melakukan pembinaan kepada masyarakat agar dapat menjelaskan pentingnya pemeliharaan sarana, dan prasarana yang telah dibangun tersebut.
Jembatan ini dibangun oleh Vertical Resque Indonesia sebagai bagian Program Expedisi 1000 Jembatan bersama TNI dan masyarakat setempat. Pembangunan jembata ke- 88 ini bisa dirampungkan selama enam hari.
Senada dikemukakan Wabup Garut Helmi Budiman. “Jembatan ini sudah terbentang menghubungkan Tegalgede dengan Tanjungjaya, bisa membantu dan mempermudah dalam aktivitas masyarakat. Dan, mudah-mudahan bisa meningkatkan akses pelayanan kesehatan , mensukseskan pertanian, dan akses anak sekolah,” ujarnya.
Jembatan tersebut kemudian diberi nama Jembatan Merdeka ke-88. Alasannya, kata perwakilan Young Presiden Organization (YPO) Wisnu, terinspirasi dari pembangunan jembatan sendiri yang menggabungkan konsep Pancasila. Pembangunan dilaksanakan relawan dari Vertical Resque Indonesia, TNI, Polri dan pemerintah desa. Sehingga mempercepat proses pembuatannya yang berhasil diselesaikan dalam tempo enam hari.(zainulmukhtar)
Editor : JakaPermana


