Warga Kampung Gambung Protes Rumah Pintar Dijadikan Kopdes Merah Putih

Warga Kampung Gambung, Desa Mekarsari, Kabupaten Bandung, memprotes rencana pemanfaatan Rumah Pintar sebagai lokasi Koperasi Desa Merah Putih.

Warga Kampung Gambung Protes Rumah Pintar Dijadikan Kopdes Merah Putih
Warga Kampung Gambung, Desa Mekarsari, Kabupaten Bandung, memprotes rencana pemanfaatan Rumah Pintar sebagai lokasi Koperasi Desa Merah Putih.

INILAHKORAN.ID – Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menuai protes dari sejumlah warga Kampung Gambung.

Warga mempersoalkan rencana pemanfaatan bangunan Rumah Pintar yang selama ini diperuntukkan bagi kegiatan belajar dan aktivitas masyarakat untuk dijadikan tempat usaha Kopdes.

Bangunan Rumah Pintar tersebut diketahui merupakan fasilitas yang dibangun melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN Telkomsel pada 2018.

Salah seorang warga Kampung Gambung yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, masyarakat keberatan apabila bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi tempat usaha koperasi.

Menurutnya, sejak awal bangunan rumah panggung itu diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, terutama sebagai tempat belajar anak-anak serta berbagai kegiatan sosial warga.

“Tentu saja kami menentang dan tidak mengizinkan. Bangunan tempat belajar atau Rumah Pintar itu milik warga. Peruntukannya bukan untuk membuat Kopdes,” kata warga tersebut kepada INILAHKORAN.ID, Kamis (17/9/2026).

Ia mengatakan indikasi pengalihfungsian bangunan sempat terlihat dari sejumlah perubahan fisik. Rumah Pintar dicat dengan warna merah putih, sementara kamar mandi di bagian belakang disebut telah diperluas.

Selain itu, sebuah plang bertuliskan Kopdes Desa Mekarsari, Kecamatan Gambung, Kabupaten Bandung dipasang di depan bangunan.

Pagar taman dan sejumlah bangku tembok di halaman Rumah Pintar juga turut dicat merah putih.

“Ini sudah ada beberapa bulan lalu. Namun sekarang terhenti karena diprotes oleh kami. Kami juga enggak tahu tujuannya apa. Kok Rumah Pintar malah disulap jadi Kopdes, lagi pula ukurannya juga tidak terlalu besar kalau untuk sebuah koperasi,” ujarnya.

Rencana Kopdes Dipindahkan

Menurut warga tersebut, setelah mendapat penolakan dari masyarakat, rencana penggunaan Rumah Pintar sebagai lokasi Kopdes akhirnya dihentikan.

Sebagai gantinya, pihak Desa Mekarsari disebut berencana membangun Kopdes di lahan perkebunan teh yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Pintar.

“Memang katanya enggak jadi di situ. Tapi plang Kopdes dan cat merah putihnya belum diganti lagi,” katanya.

Di sisi lain, warga mengakui Rumah Pintar memang sudah beberapa tahun terakhir tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Aktivitas belajar mengajar anak-anak maupun kegiatan masyarakat yang sebelumnya rutin dilakukan kini sudah tidak terlihat.

Padahal, kata dia, ketika masih ada relawan dari Kota Bandung yang datang mengajar, Rumah Pintar menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kampung Gambung.

“Dulu tempat ini ramai oleh anak-anak dan warga. Tapi setelah tidak ada lagi relawan yang datang mengajar, akhirnya kosong,” ujarnya.

Kondisi Rumah Pintar Kurang Terawat

Pantauan INILAHKORAN.ID di lokasi menunjukkan kondisi bangunan Rumah Pintar berukuran sekitar 10 x 5 meter tersebut terlihat kurang terawat.

Bangunan dengan konstruksi rumah panggung dan lantai papan itu tampak sepi tanpa aktivitas.

Sejumlah genting di bagian sayap kanan atap terlihat rusak. Beberapa di antaranya bahkan terlepas dari tempatnya.

Kondisi serupa terlihat pada bagian bale-bale dan halaman bangunan yang tampak kotor dan berdebu. Sejumlah sampah juga terlihat di sekitar area tersebut.

Bagian dalam bangunan tampak kosong tanpa aktivitas masyarakat.

Sementara itu, di halaman depan terdapat prasasti peresmian yang mencantumkan keterangan bahwa Rumah Pintar tersebut merupakan bantuan CSR Telkomsel dan diresmikan pada Desember 2018.

Meski saat ini tidak digunakan secara maksimal, warga berharap keberadaan Rumah Pintar tidak serta-merta dialihfungsikan tanpa melibatkan masyarakat yang selama ini menjadi penerima manfaat fasilitas tersebut.

Warga juga berharap terdapat kejelasan mengenai status bangunan dan rencana pemanfaatannya ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Mekarsari Feri belum memberikan tanggapan mengenai persoalan tersebut.

Konfirmasi INILAHKORAN.ID melalui pesan WhatsApp terkait status bangunan Rumah Pintar, rencana pembangunan Kopdes, serta alasan perubahan fungsi bangunan tersebut belum mendapat balasan.***


Editor : JakaPermana