Warga Kecewa, Bocoran Minyak Kembali Kotori Cemara Jaya

Warga Kecewa, Bocoran Minyak Kembali Kotori Cemara Jaya
BOCOR: Butiran diduga akibat kebocoran minyak milik Pertamina mengotori Pantai Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Selasa (25/8).

Oleh : Nila Kusuma 

INILAH, Karawang- Ratusan di sekitar Pantai Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, dibuat geger lantaran cairan diduga tumpahan minyak berbentuk butiran berserakan di sepanjang pantai, Selasa (25/8).

Aroma bau menyebar di sepanjang pantai akibat butiran hitam yang bercampur dengan pasir. Masyarakat menduga penyebab banyaknya kotoran butiran hitam merupakan kebocoran minyak milik Pertamina yang sedang eksplorasi di tengah laut.

 “Ini pasti bocoran proyek milik Pertamina. Warga mengetahui jika Pertamina sedang melakukan eksplorasi minyak ditengah laut. Hanya saja bocoran minyak ini sudah mengganggu warga sekitar karena aroma bau,” kata Penggiat Lingkungan Pesisir dan Laut Kabupaten Karawang, Wanusuki.

Menurut Wanusuki Pertamina sudah lama memanfaatkan laut di seputar Karawang dengan mencari minyak di tengah laut. Belakangan proyek Pertamina mulai mengganggu warga karena beberapa kali ditemukan kebocoran minyak.

 “Kalau bocorannya sudah sampai pantai warga sekitar pasti mencium bau menyengat. Belum lagi pantai terlihat menjadi kotor,” katanya.

Wanusuki mempertanyakan keseriusan Pertamina untuk menyelesaikan masalah bocoran minyak hingga tuntas.

Menurutnya, selama ini yang dilakukan Pertamina hanya memberikan ganti rugi kepada warga sekitar.

“Harusnya diupayakan agar tidak terjadi lagi kebocoran. Ini sudah sering terjadi dan merugikan warga sekitar. Yang kami ketahui sepanjang laut Jakarta hingga Cirebon ada proyek Pertamina jadi kami ingin tanggungjawabnya,” katanya.

Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat (FK KKPMP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Karawang, Abdul Safii mengatakan bocoran minyak diketahui Selasa (25/8) pukul 6.00 WIB pagi WIB.

“Sebelumnya warga sempat mengalami kejadian seperti ini. Butiran itu merupakan bocoran minyak,” kata Abdul Safii.

Di sisi lain, Manager Communication, Relation dan CID Regional Jawa PHE, Pinto Budi Bowo mengatakan pihaknya mendapat laporan masyarakat banyaknya ceceran minyak mentah di sepanjang pantai Karawang.

Atas laporan itu pihaknya langsung menuju lokasi mulai dari Desa Tanjung Pakis, Cemara Jaya hingga Desa Sungai Buntu, PHE ONWJ langsung menindaklanjuti dengan mencari penyebab kebocoran seperti dugaan masyarakat.

“Kami langsung merespon laporan masyarakat terkait butiran minyak mentah yang ada di sepanjang pantai. Terkait dengan dugaan adanya kebocoran dalam perusahaan kami di laut sudah kami tindaklanjuti dengan melakukan pengecekan operasi menyeluruh namun kami tidak menemukan adanya kebocoran,” kata Pinto Budi.

Menurut Pinto Budi pihaknya mengerahkan semua armada seperti kapal patroli, kapal operasi serta penerbangan drone untuk menemukan kebocoan.

Namun dari hasil pengecekan tidak menemukan adanya kebocoran.

“Kami memastikan tidak ada anomali produksi, gangguan,maupun kebocoran pada seluruh fasilitas operasi kami,” tegasnya.

(bsf)


Editor : Inilahkoran