Warga Komplain, Lahan Kosong Jadi Tempat Pembuangan Limbah Kentang

Bau busuk menyengat muncul di lahan kosong samping Mall Jl Otto Iskadardinata Desa Weru Lor, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Warga dan penggunaan jalan pun mulai terganggu. Sumber bau busuk layak-nya sampah itu diduga berasal dari pembuangan limbah kentang dan ubi di lahan kosong.

Warga Komplain, Lahan Kosong Jadi Tempat Pembuangan Limbah Kentang
Bau busuk menyengat muncul di lahan kosong samping Mall Jl Otto Iskadardinata Desa Weru Lor, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Warga dan penggunaan jalan pun mulai terganggu. Sumber bau busuk layak-nya sampah itu diduga berasal dari pembuangan limbah kentang dan ubi di lahan kosong.

INILAHKORAN, Cirebon - Bau busuk menyengat muncul di lahan kosong samping Mall Jl Otto Iskadardinata Desa Weru Lor, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Warga dan penggunaan jalan pun mulai terganggu. Sumber bau busuk layak-nya sampah itu diduga berasal dari pembuangan limbah kentang dan ubi di lahan kosong.

Kondisi itu bau tak sedap itu diketahui berlangsung sejak hari Jum'at 26 September lalu. Salah satu pengunjung Mall, Vicky mengatakan, aroma bau tidak sedap layaknya sampah sangat menganggu pengguna jalan.

"Baunya asem, busuk bikin mual, sangat mengganggu aroma itu tercium mulai dari jalan Fatahillah hingga ke pantura plered," kata Vicky warga Desa Megu Gede itu, Rabu 1 Oktober 2025.

Sementara itu, Supervisor Tropicana Hasan Bisri, mengatakan, tidak sedikit pengunjung kolam renang Tropicana yang berada di area Ramayana pun sempat resah. Sebab, terdapat pengunjung kolam yang mengalami mual hingga muntah akibat polusi bau busuk yang ditimbulkan oleh limbah kentang. 

"Hampir satu mingguan bau busuk itu masuk tercium ke kawasan kolam renang bahkan hingga ke dalam toko swalayan. Puncaknya pada tiga hari pekan lalu. Tepatnya, Jumat, Sabtu, dan Minggu parah sekali sampai pengunjung kami mengeluh hingga mual - mual," ujar Hasan, saat ditemui di lokasi.

Dia mengaku, awalnya bau busuk berasal dari tempat sampah. Tapi setelah dicek oleh teknisi ternyata berasal dari pembuangan limbah. Tercatat, setiap harinya ada sekitar sepuluhan truk yang membuang sampah gabg diduga berasal dari pabrik kentang.

Meski demikian, Hasan berharap ada tindakan tegas dari Pemerintah agar hal serupa tidak terjadi lagi,sebab menurutnya walaupun itu dikubur polusi bau busuk juga masih terasa hingga saat ini.

"Semoga ada tindakan tegas dari pemerintah pengunjung kami aja resah apalagi warga sekitar perumahan yang dibelakang dan pasar batik" tandasnya.

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pengelolaan Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Yuyu Jayudin menyampaikan, pihaknya sudah menjadwalkan untuk mengecek ke lokasi langsung bersama dengan pemiliknya.

"Belum saya cek kelapanganya. Tapi sudah tahu, minggu kita jadwalkan ke lapangan sama memanggil yang bersangkutan besok atau lusa pasti kami turun kelokasi," ucapnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Setu Kulon Joharudin, menjelaskan, aktifitas pabrik pengolahan pakan ternak itu tidak memiliki izin tetangga maupun izin lingkungan sehingga warga merasa resah akibat bau yang ditimbulkan.

"Pabrik itu tidak ada ijin sama sekali. Untuk itu warga resah karena aktivitasnya sangat mengganggu lingkungan terlebih lokasi itu berada di kawasan padat penduduk," tukasnya.***


Editor : JakaPermana