Warga Sambut Positif Rencana Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya
Proyek pembangunan transportasi massal ramah lingkungan semisal bus rapid transit (BRT) pada 2024 mendatang di kawasan Bandung Raya mendapat respon positif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Proyek pembangunan transportasi massal ramah lingkungan semisal bus rapid transit (BRT) pada 2024 mendatang di kawasan Bandung Raya mendapat respon positif.
Salah seorang pengguna transportasi umum Burhanudin Atep mengatakan, kehadiran BRT di wilayah Bandung Raya pada 2024 memberikan opsi lain bagi masyarakat yang hendak ke Kota Bandung.
"Masyarakat memiliki pilihan lain untuk menggunakan sarana transportasi umum. Dengan hadirnya BRT, diharapkan mengurangi kemacetan," kata warga asal Kota Cimahi, Cihanjuang tersebut, Jumat 16 Juni 2023.
Namun demikian dikemukakan Burhanudin, kehadiran BRT harus diimbangi dengan fasilitas yang lebih baik. Semisal soal kelaikan unit, hingga pelayanan bagi para penumpangnya saat menggunakan bus.
Sebab dituturkan Burhanudin, tidak sedikit pengguna BRT nantinya merupakan warga Bandung Raya. Mereka yang berasal dari luar Bandung Raya, tentu belum mengenal betul kawasan yang akan dikunjunginya.
"Seperti di Jakarta, bus way. Ada petugas yang selalu siap untuk dimintai informasi. Misal kita pergi ke titik A, nah kita harus turun di shuttle mena. Terus soal kenyamanan dan keamanannya juga," ucapnya.
Hal senada dikatakan Prilatama warga asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Keberadaan BRT pada 2024 mendatang, diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dikawasan Bandung Raya.
"Setuju saja kalau memang kehadiran BRT bisa membawa hal positif. Karena kan, BRT ini membutuhkan jalur khusus. Ini yang harus dipikirkan. Jangan sampai malah membuat kemacetan baru," kata Prilatama.
Prilatama menambahkan, pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi terkait proyek BRT. Sehingga ketika BRT diluncurkan secara resmi, masyarakat bisa berpindah menggunakan transportasi umum.
Diketahui, proyek BRT Bandung Raya di 2024 mendatang akan menghubungkan lima daerah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kita Cimahi dan Kabupaten Sumedang.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah tengah mematangkan persiapan. Adapun pembangunan infrastruktur seperti jalur khusus, shelter, dan sarana pendukung lainnya dimulai 2024.
Pembangunan BRT Bandung Raya yang didominasi bus listrik ini tersebut, didanai bank dunia melalui pemerintah pusat dan diharapkan mulai beroperasi pada 2026 atau 2027.
BRT Bandung Raya, direncanakan melayani 17 koridor dengan jumlah armada kurang lebih 400 bus dan 40 persen dari armada tersebut diwajibkan menggunakan bus listrik sesuai dengan ketentuan bank dunia. *** (Yogo Triastopo)
Editor : Ahmad Sayuti

