Dituding Tetangga Berbohong Jualan Buku dan Hidup Sulit, Pengakuan Kakek Suhud Ini Mengejutkan!

Kakek Suhud dituding tetangganya sendiri telah mengutarakan kebohongan tentang profesi dan kehidupannya.

Dituding Tetangga Berbohong Jualan Buku dan Hidup Sulit, Pengakuan Kakek Suhud Ini Mengejutkan!
Kakek Suhud Arif saat menceritakan kisahnya diamuk Baim Wong.

INILAHKORAN, Bandung- Kabar terkait kehidupan Kakek Suhud Arif, sosok yang viral lantaran diamuk Baim Wong, terus bergulir panas. Muncul keterangan dari tetangga bahwa Kakek Suhud sebenarnya tidak hidup sulit. Juga, tidak berjualan buku. Lho?

Sosok Kakek Suhud mendadak terkenal lantaran jadi korban 'serangan verbal' Baim Wong seperti dalam video yang beredar viral di media sosial, baru-baru ini. Belakangan Kakek Suhud mendapatkan banyak bantuan, salah satunya Rp50 Juta dari Yayasan Gerak Menebar Kebaikan.

Di tengah hebohnya pemberitaan terkait Kakek Suhud, ada pengakuan mengejutkan dari salah seorang tetangga. Menurut dia, kehidupan Kakek Suhud tidaklah sulit seperti kabar yang tersebar luas di masyarakat.

Baca Juga: Tergugah, Pengusaha Kalimantan Ini Terbang ke Jakarta Temui Kakek Suhud

Bahkan si tetangga juga mengaku tak pernah melihat Kakek Suhud berjualan buku seperti apa yang diakui sang kakek di depan Baim Wong.

“Nggak pernah kelihatan (dagang), di sini (warga) nggak ada yang tahu (jualan buku),” kata tetangga kakek Suhud, Mela sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi yang disadur pikiran-rakyat.com.

Baca Juga: Tangis Kakek Suhud Pecah saat Ceritakan Kisahnya Diamuk Baim Wong

Klarifikasi

Kakek Suhud pun langsung memberikan klarifikasi atas pernyataan tetangganya itu. “Selama ini saya bicara apa adanya,” ujar Kakek Suhud seperti yang dikutip dari akun Instagram @gerakmenebarkebaikan yang diunggah 15 Oktober 2021.

Kakek Suhud mengaku tak pernah memberitahu tetangga tentang profesinya sebagai penjual buku. “Memang saya tertutup, karena saya sudah tua,” tuturnya.

Baca Juga: Tangis Kakek Suhud Pecah saat Ceritakan Kisahnya Diamuk Baim Wong

“Buku itu saya taruh di tas, mungkin orang nggak nyangka. Itu salah paham,” pungkasnya.***


Editor : inilahkoran