Waspada Bencana Perkuat Mitigasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Awan hujan mulai menyimpan ancaman bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Ketika intensitas hujan meningkat, kawasan dataran rendah berhadapan dengan potensi banjir, sementara wilayah perbukitan dan pegunungan menghadapi risiko gerakan tanah atau longsor.
Pemerintah Kabupaten Bandung pun mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan. Berdasarkan pemetaan risiko bencana, 11 kecamatan masuk kategori risiko tinggi banjir. Sementara itu, 10 kecamatan lainnya memiliki tingkat bahaya gerakan tanah atau longsor tinggi.
Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD hingga pemerintah desa meningkatkan koordinasi dan langkah mitigasi. Upaya pencegahan dinilai sama pentingnya dengan kecepatan penanganan ketika bencana terjadi.
"Dalam penanganan bencana, kecepatan respons memang penting, namun upaya pencegahan dan kesiapsiagaan juga sama pentingnya. Identifikasi wilayah rawan, pemantauan kondisi lingkungan, kesiapan jalur evakuasi, ketersediaan peralatan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat harus menjadi perhatian bersama," kata Dadang di Soreang, Selasa (3/11).
Pemetaan risiko dalam dokumen perencanaan daerah menunjukkan ancaman banjir tersebar di sejumlah kecamatan. Wilayah dengan kategori risiko tinggi meliputi Baleendah, Bojongsoang, Ciparay, Dayeuhkolot, Ibun, Katapang, Kutawaringin, Margahayu, Pameungpeuk, Rancaekek, dan Solokanjeruk.
Sementara itu, 20 kecamatan lainnya masuk kategori risiko banjir rendah, yakni Arjasari, Banjaran, Cangkuang, Cicalengka, Cikancung, Cilengkrang, Cileunyi, Cimaung, Cimenyan, Ciwidey, Kertasari, Majalaya, Margaasih, Nagreg, Pacet, Pangalengan, Paseh, Pasirjambu, Rancabali, dan Soreang.
Selain banjir, gerakan tanah menjadi ancaman lain yang perlu diwaspadai. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Bandung 2023, terdapat 10 kecamatan dengan kelas bahaya gerakan tanah tinggi.
Kesepuluh wilayah tersebut meliputi Arjasari, Cimaung, Ciparay, Ciwidey, Kutawaringin, Margaasih, Nagreg, Pacet, Pameungpeuk, dan Pangalengan.
Adapun empat kecamatan masuk kategori bahaya gerakan tanah sedang, yaitu Baleendah, Banjaran, Cicalengka, dan Paseh. Sementara 15 kecamatan lainnya berada dalam kategori rendah, yakni Bojongsoang, Cangkuang, Cikancung, Cilengkrang, Cileunyi, Cimenyan, Dayeuhkolot, Ibun, Katapang, Kertasari, Majalaya, Margahayu, Pasirjambu, Rancabali, dan Soreang.
Perbedaan kategori tersebut memperlihatkan bahwa ancaman bencana di Kabupaten Bandung tidak seragam. Kawasan dataran rendah dan perkotaan memiliki potensi banjir, sedangkan wilayah perbukitan serta pegunungan lebih rentan terhadap pergerakan tanah.
Karena itu, Dadang menegaskan penanganan bencana tidak boleh hanya bertumpu pada petugas ketika keadaan darurat. Seluruh unsur harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar koordinasi serta tindakan di lapangan dapat berjalan cepat dan terpadu. (dani r nugraha/gin)
Editor : Inilahkoran

