Wisata Belanja Jadi Motor Ekonomi

Wisata Belanja Jadi Motor Ekonomi
HARAPAN: Wsata belanja (shopping tourism) menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia yang perlu didorong lebih jauh.

INILAH, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan wisata belanja (shopping tourism) menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia yang perlu didorong lebih jauh.

Menko Airlangga dalam pembukaan Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu (26/8), mengatakan hal ini tercermin dari mobilitas wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada semester I tahun 2026, sebanyak 7,45 juta orang, naik 5,71 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Kita lihat total kunjungan wisata sebetulnya naik, wisatawan mancanegara. Nah tentu di berbagai negara, tujuan dari wisatawan itu sebagian kuliner dan belanja. Jadi ini tentu perlu didorong supaya mereka belanja di Indonesia saja,” kata Airlangga.

“Kita berharap bahwa ini juga bisa memanfaatkan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru. Karena ini bagi pemerintah ini merupakan low hanging fruit, dan bagi para peritel juga ini momentumnya sudah ada,” ujar dia menambahkan.

Tak hanya menargetkan wisatawan mancanegara, Menko Airlangga menilai pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga dapat dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi lokal dan nasional.

Ia mengatakan jumlah perjalanan wisnus pada paruh pertama tahun 2026 adalah sebanyak 630,41 juta, atau meningkat 2,71 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Airlangga, kenaikan mobilitas wisatawan membuka potensi belanja, kuliner, seni, budaya dan promosi ritel nasional.

Ia menilai kampanye belanja dapat diintegrasikan dengan event pariwisata dan budaya. Selain itu, ritel modern dapat menjadi etalase produk lokal untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

“Dan kita melihat pembayaran jasa perjalanan wisatawan ke luar negeri itu mencapai 6,7 miliar dolar AS. Jadi tentu ini kalau sebagian bisa ditarik untuk belanja di dalam negeri, ini juga hal yang baik,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut, ia mengatakan peningkatan mobilitas wisatawan dan belanja domestik melalui ritel modern ini pun perlu dijaga, karena berdampak besar terhadap perekonomian nasional.

“Tentu ini merupakan momentum yang harus kita jaga di tengah situasi perekonomian global yang belum baik-baik saja. Ritel Indonesia menunjukkan resiliensi dan bertahan untuk menopang perekonomian nasional,” kata Airlangga. (bsf)


Editor : Inilahkoran