Yamal sang Calon Legenda
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
DI Stadion Oviedo, MInggu (4/10) dini hari WIB nama Lamine Yamal kembali menggema. Dia menunjukkan kelasnya sebagai pemain terbaik dunia saat ini.
Baru enam menit laga berjalan, remaja berusia 19 tahun ini sudah membuat publik Spanyol bergemuruh lewat gol pembukanya, membuka jalan bagi kemenangan meyakinkan La Roja 3-1 atas Republik Ceko dalam lanjutan UEFA Nations League.
Bagi sang pelatih, Luis de la Fuente, apa yang ditunjukkan Yamal bukan lagi sekadar bakat muda yang sedang mekar.
Di matanya, kita sedang menyaksikan babak awal dari sebuah sejarah besar.
“Dia sedang berjalan menuju takdirnya untuk menjadi legenda sepak bola sejati,” ujar De la Fuente dengan nada penuh kagum, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.
Di usianya yang masih sangat muda, Yamal memikul ekspektasi raksasa dengan begitu ringan. Ketajamannya tak terbantahkan—empat gol dari tiga laga Nations League menjadi bukti betapa ia menjadi roh baru di lini serang Spanyol.
Konsistensinya, baik bersama Barcelona maupun tim nasional, mulai memicu kasakkusuk tentang panggung penghargaan tertinggi dunia, Ballon d’Or.
De la Fuente sendiri tidak menampik bahwa Yamal punya segalanya untuk menjadi yang terbaik di dunia. Namun, sebagai seorang “ayah” bagi timnya, sang pelatih memilih bijak. Ia tak ingin kilau Yamal meredupkan kerja keras para penggawa Spanyol lainnya.
“Kalau dia satu-satunya pemain Spanyol yang bersaing untuk Ballon d’Or, saya akan langsung bilang dia yang terbaik,” kata De la Fuente diplomatis.
“Tetapi Spanyol punya deretan pemain hebat lain, dan saya sangat menghormati mereka.” Keharmonisan dan talenta luar biasa inilah yang menjaga langkah Spanyol tetap sempurna di Grup A3. Tiga kemenangan beruntun atas Inggris, Kroasia, dan kini Republik Ceko membawa La Roja kokoh di puncak dengan sembilan poin.
Ujian berikutnya sudah menanti di depan mata, saat Spanyol harus kembali berhadungan dengan Kroasia pada Rabu nanti.
Namun selama magis Yamal masih menyala, publik Spanyol tahu mereka punya alasan untuk terus bermimpi besar. (bsf)
Editor : Inilahkoran

