Yuk Naik Kidang Pananjung di Purwakarta, Mirip-mirip Bandros

Makin dinamis saja, pengelolaan wisata di Kabupaten Purwakarta. Kini ada armada khusus yang siap antar dan memandu para pelancong. Kidang Pananjung!

Yuk Naik Kidang Pananjung di Purwakarta, Mirip-mirip Bandros
Kidang Pananjung, armada bagi para pelancong di Kabupaten Purwakarta
INILAH, Purwakarta- Makin dinamis saja, pengelolaan wisata di Kabupaten Purwakarta. Kini ada armada khusus yang siap antar dan memandu para pelancong. Kidang Pananjung!
 
Kidang pananjung adalah kendaraan wisata mirip Bandros yang sudah lebih dulu populer di Bandung. Wakil Bupati Purwakarta Aming menuturkan, para pelancong yang ingin menjelanjahi lokasi wisata di wilayahnya, bisa dengan naik Kidang Pananjung.
 
"Bus Kidang Pananjung ini, secara fungsi dan bentuknya sama dengan yang ada di Kota Bandung. Untuk trayeknya juga sudah ditetapkan," ujar Aming, Jumat (1/3/2019).
 
Namun demikian, Aming mengaku, pihaknya akan sedikit mengubah dan menambah fasilitas bus tersebut. Salah satunya, menambah handle pegangan tangan yang belum tersedia diatap bus. 
 
Selain itu, Bus sendiri akan difasilitasi oleh guide yang akan yang akan memandu selama perjalanan keliling kota Purwakarta.
 
 "Nanti ada guide yang akan memberikan informasi ketika wisatawan yang naik bus ini," jelas dia.
 
Dengan adanya bus wisata ini, Aming berharap bisa lebih meningkatkan kembali jumlah kunjungan wisatawan ke wilayahnya. Kabarnya, kata dua, bantuan bus wisata ini berjumlah dua unit.  "Untuk tahap pertama baru satu unit yang dikirim," tambah dia.
 
Sementara itu, DPC Organda Purwakarta, yang dalam hal ini diberi mandat untuk mengelola bus wisata bantuan ini mengaku sudah merancang trayek berikut jam operasional bus wisata ini. 
 
"Bus wisata ini mulai beroperasi pagi hingga sore hari dengan titik keberangkatan dari Alun-alun Purwakarta," ujar Ketua DPC Organda Purwakarta, Tatan Margandi.
 
 Adapun trayek yang akan dilalui bus ini, yakni dari mulai dari Alun-alun-jalur Pasjum-Kemuning-Kebon Kolot hingga berakhir di Tajug Gede Cilodong.
 
"Nanti balik lagi mengarah ke Jalan Jendral Sudirman-Situ Buleud dan kembali lagi ke Alun-alun," tambah dia.
 
Sedangkan, sambung dia, untuk tarif bus ini pihaknya masih menunggu regulasi dari pemerintah setempat. Perkiraan, kata dia, tarif yang akan kenakan sebesar Rp 20 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk pelajar/anak-anak.
 
"Tapi itu belum fix. Karena, kami masih menunggu regulasinya," pungkasnya. 


Editor : inilahkoran