Yusfitriadi Tuntut Reshuffle Kabinet dan Ganti Sejumlah Anggota DPR
Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) kembali mengadakan diskusi publik dengan tema Agustus Kelabu atau Wacana Reformasi Jilid II, Krisis Demokrasi atau Harapan Baru?.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) kembali mengadakan diskusi publik dengan tema Agustus Kelabu atau Wacana Reformasi Jilid II, Krisis Demokrasi atau Harapan Baru?.
Ketua LS Vinus Yusfitriadi yang juga pengamat politik dan kebijakan publik pun mengundang sejumlah aktivis, peneliti dan pengamat seperti Ray Rangkuti, Badiul Hadi, dan Jeirry Sumampow ke kantornya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis 4 September 2025.
Ia pun melihat, aksi unjuk rasa mahasiswa, lalu terjadi kericuhan di Jakarta dan sejumlah daerah serta dibakarnya sejumlah gedung pemerintahan daerah karena Negara Indonesia sedang mengalami krisis legitimasi.
Seperti tumpulnya hukum dan marak korupsi, lalu tidak berjalannya optimal fungsi para wakil rakyat dan bahkan rendahnya empati sejumlah politisi, hingga rakyat merasa dikhianati dan direndahkan.
"Kita sedang mengalami krisis legitimasi, dimana penyebabnya ada di eksekutif maupun legislatif. Presiden Prabowo Subianto harus mencopot sejumlah pembantunya seperti Kapolri, lalu partai politik yang anggota DPR-nya telah melukai hati rakyat juga harus diganti," tegas Yusfitriadi.
Ia menuturkan, jabatan Wakil Menteri dan Komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga harus dihilangkan.
"Jangan sampai masyarakat diminta 'kencangkan ikat pinggangnya', tapi di pemerintah pusat banyak jabatan yang mubazir dan tidak mencerminkan efisensi," tuturnya.
Terkait partai politik, ayah dua orang anak itu meminta masing-masing ketua partai politik harus mereformasi dirinya.
"Partai politik, jangan menawarkan ke rakyat atau pemilih, calon legislatif (Caleg) yang tidak berkompeten, dan hanya mengandalkan uang dan ketenaran. Mereka harus memiliki sekolah partai, untuk mendidik kader dan para Calegnya," lanjut Kang Yus sapaan akrabnya.
Editor : Doni Ramdhani

