Zulhas Dukung Penuh Optimalisasi Teknologi Penuhi Kebutuhan MBG dan KDMP

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendukung penuh optimalisasi teknologi guna mengakselerasi ketahanan pangan nasional.

Zulhas Dukung Penuh Optimalisasi Teknologi Penuhi Kebutuhan MBG dan KDMP
Melalui optimalisasi teknologi di sektor pertaniani, Zulhas mengaku MBG dan KDMP dapat berjalan maksimal, karena kebutuhannya dapat dipenuhi oleh petani lokal. (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendukung penuh optimalisasi teknologi, guna mengakselerasi ketahanan pangan nasional, sekaligus pemenuhan kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan mengatakan, petani muda atau milenial harus didorong untuk memanfaatkan teknologi, guna meningkatkan hasil produksi dari sektor pertanian.

"Saya senang sekali dan mengapresiasi anak-anak muda, dengan kecerdasannya, dengan memanfaatkan teknologi," ujar Zulhas di Kota Bandung, Minggu (10/5/2026).

Salah satunya yang diapresiasinya adalah produk buatan Habibi Farm, dengan skema smart farming, memanfaatkan IoT, AI, drone dan sensor guna meningkatkan efisiensi dan hasil tanaman.

"Dengan pemanfaatan teknologi itu, maka kita bisa produktif. Jadi memang kita perlu anak-anak muda yang paham teknologi, sehingga kita bisa memanfaatkan teknologi pertanian dan lainnya, agar tidak ketinggalan," ucapnya.

Melalui optimalisasi teknologi di sektor pertanian ini, MBG dan KDMP dapat berjalan maksimal, karena kebutuhannya dapat dipenuhi oleh petani lokal.

"Nah sekarang ada MBG, jualan banyak. Jadi sekarang asal dan lahan, ada kemauan, mesti lakukan. Hasilnya apa sayur, apa ikan, apa beras, apa buah, laku semuanya," ucapnya.

Zulhas berharap, jumlah petani milenial atau muda ini terus bertambah, utamanya di Jabar, guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Harua bertambah terus, karena sekarang. Asal ada lahan, ditanam apa saja dapat duit," katanya.

Terlebih Kementerian Pertanian sambung Zulhas, tengah menggenjot sektor pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

"Sekarang lagi digalakkan, sampai di Papua segalam macam," ujarnya.

Sementara itu, terkait ketersediaan pangan secara nasional tahun ini, ia memastikan kebutuhan pokok masyarakat dipastikan aman hingga akhir 2026.

"Aman. Tahun ini sampai tahun depan aman. Telur, ikan, sayur, buah-buahan. Makanan aman dua tahun," tegasnya.

Sementara, pengembang teknologi dari Habibi Farm, Irsan Rajamin (37) menuturkan, pihaknya telah mengembangkan alat di sektor pertanian sejak 2017 silam.

Bahkan dari teknologi tersebut, dapat mendeteksi unsur hara dalam tanah. Sehingga bisa membantu menentukan tanaman yang cocok, sesuai karakteristik tanah.
 
"(Penggunaannya) tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini ada 600 petani. Di Jabar ratusan. Paling dominan di Lembang, KBB," ungkapnya.

Ia mengaku, dengan optimalisasi teknologi tersebut, mampu mendongkrak hasil pertanian hingga 30 persen. Penggunaan pupuk pun bisa dihemat, bahkan konsumsi air untuk tanaman bisa ditekan hingga 70 persen.

"Jadi ini memang teknologi yang cocok digunakan di daerah yang susah dapat air," klaim Irsan.

Untuk alat tersebut, dapat diperoleh oleh kelompok tani dengan harga Rp8 juta. Meski demikian, pihaknya juga menyediakan jasa layanan untuk peninjauan lahan, dalam memastikan tanaman yang cocok dikembangkan.

"Nah nanti dari alat inilah, kita berikan rekomendasi kepada petani, sehingga petani udah gak ada lagi tebak-tebakan," ucapnya.

Terkait MBG, Irsan menilai hadirnya program tersebut sangat menguntungkan petani, karena mereka tidak susah lagi dalam menjual hasil panen.

"Dengan adanya MBG, bisa langsung jual ke dapur dengan harga retail. Jadi harganya lebih bagus ketimbang ke tengkulak," ujarnya.

Demikian untuk program KDMP, di mana alat tersebut dapat menjadi piranti yang dapat disewakan kepada kelompok tani. Sehingga menjadi kanal pemasukan bagi koperasi. 


Editor : Doni Ramdhani