25 Tahun Tasikmalaya, Rayakan dengan Senyum Warga
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Tasikmalaya- Pemerintah Kota Tasikmalaya memilih memperingati seperempat abad usia daerahnya dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang menyentuh sejumlah aspek kehidupan masyarakat.
Minggu pagi (4/10) itu, suasana Angkringan Simpang Lima terasa lebih hangat dari biasanya. Di tengah aroma kopi dan obrolan santai, Kota Tasikmalaya resmi memulai langkah barunya.
Bukan dengan upacara kaku yang formal, melainkan lewat sebuah perayaan yang dirancang untuk menyentuh langsung dapur, kesehatan, dan hati warganya.
Memasuki usia perak—seperempat abad—Pemerintah Kota Tasikmalaya memilih cara yang membumi untuk bersyukur.
Mengusung tema bergaya filosofis namun akrab, “Langkah Santun Jiwa Tangguh”, momen bersejarah ini dikemas dalam Tasikmalaya Oktober Festival (TOF).
Sebanyak 25 agenda disiapkan, merentang dari denyut seni budaya, olahraga, gerakan peduli lingkungan, hingga pesta ekonomi kreatif yang menghidupkan lapak-lapak pedagang kecil.
Bagi sang Wali Kota, Viman Alfarizi Ramadhan, angka 25 tahun ini punya arti mendalam. Ia tidak ingin hari jadi kota ini menguap begitu saja sebagai seremoni tahunan yang berlalu setelah kembang api padam.
“Usia ke-25 bukan sekadar angka untuk dirayakan,” ujar Viman dengan nada penuh komitmen.
“Kami ingin warga merasakan langsung manfaatnya, mulai dari layanan kesehatan, ruang untuk berkarya, hingga kebersamaan. Itulah makna Langkah Santun Jiwa Tangguh bagi kita semua.” Pernyataan itu bukan sekadar bumbu pidato. Buktinya, kota ini menghadirkan program nyata seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan digelar di Plaza Asia pada 17-20 Oktober mendatang, sebuah langkah kecil yang sangat berarti bagi kakek, nenek, dan keluarga yang membutuhkan kepastian hidup sehat.
Sentuhan personal juga terasa sejak awal persiapan. Alih-alih menggunakan jasa agensi besar, identitas visual ulang tahun kota ini lahir dari jemari warganya sendiri.
Abdul Hasim, seorang warga asal Kecamatan Tawang, berhasil memenangkan sayembara logo setelah menyisihkan 55 kreator lokal lainnya. Karya Abdul kini menjadi wajah kebanggaan seluruh kota.
Tak kalah menggemaskan, hadir pula Tata dan Titi. Dua maskot jenaka ini terinspirasi dari ikan dalam legenda lokal Tasikmalaya. Mengenakan ikon budaya khas seperti Payung Geulis, Tata dan Titi seolah berjalan beriringan bersama warga, menyebarkan keceriaan di setiap sudut jalanan kota yang sedang bersolek ini.
Kota Tasikmalaya mungkin sedang merayakan hari jadinya yang ke-25. Namun, pahlawan sebenarnya dari perayaan ini adalah setiap warga yang terus melangkah dengan santun, dan bertahan dengan jiwa yang tangguh.
(nunung nurohman)
Editor : Inilahkoran

