30 Kasus Campak di KBB Positif Sembuh, 4 Orang Suspek Masih Dirawat
Kasus campak di KBB tercatat hingga kini sebanyak 30 orang dan dinyatakan sembuh sementara 4 orang lainnya masih dirawat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat adanya penambahan jumlah pasien positif campak.
Kondisi tersebut diketahui usai Dinkes KBB mendapatkan hasil pemeriksaan sampel darah yang dikirim pada 22 Januari 2026 yang mencatat sebanyak 30 pasien dinyatakan positif campak.
Kepala Dinas Kesehatan Dinas (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Lia N Sukandar melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Enung Masruroh mengungkapkan, kasus campak yang tengah merebak di seluruh Indonesia juga terjadi di wilayahnya.
Hingga akhir Maret 2026, tercatat 287 kasus suspect campak, dengan 30 kasus terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium yang sudah seluruhnya sembuh.
"campak memang sekarang merajalela tidak hanya di KBB, tapi seluruh Indonesia. Kami telah menindaklanjuti arahan provinsi untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Enung saat ditemui, Selasa 31 Maret 2026.
Enung menuturkan, sebanyak 44 sampel suspect dikirim ke Biofarma pada tanggal 13 dan 20 Januari 2026. Hasil pertama dari 22 sampel menunjukkan 14 kasus positif, sementara hasil kedua yang baru keluar pagi ini menambah 16 kasus positif, sehingga total menjadi 30.
"Kiriman sampel selanjutnya tidak dapat dilakukan pada bulan Februari karena keterbatasan mungkin reagen atau kuota di Biofarma yang melayani seluruh Jawa Barat. Tapi kami tidak tahu juga alasannya," tuturnya.
"Namun, sejak dua hari lalu, pihak Biofarma kembali menerima sampel untuk pemeriksaan, meskipun hingga saat ini belum ada sampel baru yang dikirim dari KBB," terangnya.
Saat ini, sebut Enung, terdapat 4 orang suspect campak yang sedang dirawat di dua rumah sakit di KBB, yaitu dua orang di RS Kharisma dan dua orang di RS Mitra Kasih.
"Sampel dari pasien tersebut belum dikirim ke laboratorium, sehingga statusnya masih terduga dengan gejala utama demam dan ruam merah," sebutnya.
Editor : Ahmad Sayuti

