341 Masjid di Jalur Mudik Jabar Disulap Jadi Posko Singgah Pemudik Lebaran 2026
Menyambut arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026, Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat menyiapkan ratusan masjid.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menyambut arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026, Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat menyiapkan ratusan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat singgah bagi masyarakat.
Sebanyak 341 masjid disiapkan melalui program masjid Ramah Pemudik yang akan berlangsung pada 11-29 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas istirahat yang aman, nyaman, sekaligus mudah diakses oleh para pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia, yang meminta seluruh daerah memanfaatkan masjid sebagai titik pelayanan bagi masyarakat selama musim mudik.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jabar, Ohan Burhan mengatakan, masjid-masjid tersebut telah dipersiapkan di berbagai kabupaten dan kota untuk mendukung kebutuhan pemudik selama perjalanan.
"Melalui program tersebut, masjid diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat maupun beribadah di tengah perjalanan," ujar Ohan, Selasa 10 Maret 2026.
Melalui program ini, pengurus masjid diminta membuka akses masjid selama 24 jam serta memastikan keamanan dan kebersihan fasilitas penunjang seperti area parkir, toilet, hingga tempat wudu.
Tak hanya itu, sejumlah fasilitas tambahan juga dianjurkan disediakan guna meningkatkan kenyamanan pemudik, mulai dari area istirahat, hingga charging station untuk pengisian daya ponsel dan perangkat elektronik lainnya.
Pengurus masjid juga didorong menyediakan informasi perjalanan bagi pemudik yang membutuhkan petunjuk arah atau informasi kondisi wilayah sekitar. Ketersediaan air minum maupun makanan ringan juga dianjurkan sebagai bentuk layanan sosial bagi masyarakat yang tengah menempuh perjalanan jauh.
“Sekadar informasi saja, Kementerian Agama membuka posko layanan mudik di masing-masing masjid yang berada di jalur lintasan mudik, dari mulai Depok sampai ke ujung Pangandaran,” ucapnya.
Ia menjelaskan, posko layanan tersebut akan beroperasi selama 24 jam penuh dengan melibatkan petugas dari unsur internal Kemenag serta pengurus masjid setempat.
“Yang melaksanakan piket di posko kami adalah para penyuluh agama, penghulu, dan kepala KUA yang ada di wilayah. Mereka bergiliran berjaga bersama DKM,” tuturnya.
Untuk daerah yang memiliki jalur mudik relatif terbatas seperti Kota Cirebon, Kota Bandung, dan Kota Bekasi, petugas posko akan dijadwalkan secara bergiliran dari Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan lain di wilayah tersebut.
Selain melibatkan jajaran internal Kemenag, program ini juga mendorong terbentuknya posko terpadu lintas instansi. Rencana tersebut telah dibahas melalui audiensi dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat.
“Kami juga sudah beraudiensi dengan Kapolda. Mudah-mudahan nanti ada posko bersama antara Kementerian Agama, kepolisian, dishub, dan seluruh stakeholder yang hadir di sini,” katanya.
Ohan menuturkan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya jumlah masjid yang dilibatkan bahkan mencapai lebih dari 1.000 masjid hingga tingkat kecamatan.
Namun pada 2026 ini Kemenag memilih memprioritaskan masjid yang berada di tepi jalur utama dengan halaman luas, sehingga lebih mampu menampung pemudik yang membutuhkan tempat singgah.
Selain fasilitas ibadah dan istirahat, beberapa masjid juga menghadirkan layanan tambahan melalui kolaborasi dengan pihak swasta.
“Tahun kemarin juga ada yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan otomotif, jadi ada jasa ganti oli gratis untuk para pemudik,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, Kanwil Kemenag Jabar juga menggandeng sejumlah pihak untuk mendukung program tersebut, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional Jawa Barat, Kepolisian Daerah Jawa Barat, serta Kodam III/Siliwangi.
Dukungan juga datang dari organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama Jawa Barat, Muhammadiyah Jawa Barat, Persatuan Islam Jawa Barat, serta Dewan masjid Indonesia Jawa Barat.
Melalui program masjid Ramah Pemudik, masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pelayanan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya selama puncak arus mudik Lebaran. Keberadaan fasilitas singgah ini diharapkan mampu membantu pemudik beristirahat dengan aman sekaligus mengurangi risiko kelelahan selama perjalanan panjang menuju kampung halaman. ***
Editor : JakaPermana


