42 Ruas Kabel Beralih Bawah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Wajah jalan-jalan Kota Bandung perlahan berubah. Kabel-kabel yang selama ini bergelantungan di udara mulai diturunkan ke bawah tanah.
Tiang dan bentangan kabel yang semrawut sedikit demi sedikit disingkirkan dari pandangan, seiring upaya pemerintah menata infrastruktur telekomunikasi sekaligus mempercantik kota.
Hingga Agustus 2026, program pengendalian kabel udara telah menyentuh 42 ruas jalan. Jumlah itu masih akan bertambah. Pemerintah Kota Bandung menargetkan 85 ruas jalan dapat dituntaskan sepanjang tahun ini.
Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana, mengatakan pekerjaan tersebut dilakukan bertahap.
“Sekarang sudah selesai 42 ruas jalan. Minggu ini dilanjutkan ke Jalan Karapitan. Untuk tahap kedua, 45 ruas jalan ditargetkan selesai minggu ini,” ujar Indra di Balai Kota Bandung, Senin (24/8).
Program penurunan kabel dimulai sejak 2 Juni 2026. Jalan Merdeka menjadi titik awal sebelum pekerjaan bergerak ke sejumlah ruas lain.
Jalan Wastukancana, Aceh, Perintis Kemerdekaan, Tamblong, Lembong, Lengkong Kecil, Lengkong Besar, Manado, Tongkeng, Gudang Utara, Gudang Selatan, Cimanuk, hingga Cilaki kemudian ikut masuk dalam daftar penataan.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui penugasan kepada PT Bandung Infra Investama (BII). Namun, menurunkan kabel tidak sesederhana menariknya dari tiang lalu memasukkannya ke saluran bawah tanah.
Sebelum kabel dipindahkan, infrastruktur bawah tanah harus lebih dulu siap. Setelah itu, operator telekomunikasi diberi waktu maksimal tiga bulan untuk memindahkan jaringan mereka.
Di sinilah persoalan muncul. Sebagian operator belum menyelesaikan pemindahan sesuai tenggat. Ada pula sambungan pelanggan yang belum siap dipindahkan sehingga proses teknis terkadang membutuhkan tambahan waktu.
“Setelah selesai infrastrukturnya, tiga bulan harus turun. Jadi operator punya waktu tiga bulan untuk menurunkan kabel. Karena mungkin start-nya kurang pas, banyak yang kejar-kejaran,” kata Indra. (gin)
Editor : Inilahkoran

