Saat Pelajar Belajar Berani Bicara

BERANI bicara perlu diiringi tanggung jawab. Pesan itu dibawa Polwan Polda Sulut kepada para pelajar melalui program Polwan Goes to School.

Saat Pelajar Belajar Berani Bicara
GENERASI DISIPLIN: Jajaran Polwan Polda Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan “Polwan Goes to School/Rise and Speak” di SMA Negeri 7 Manado, Senin (24/8) pagi. Polwan mengajak seluruh pelajar menjadi generasi disiplin, berani berbicara dan menyampaikan pendapat.

Keberanian menyampaikan pendapat tidak selalu berarti berbicara paling keras. Ada tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan kemampuan memilih cara yang tepat di balik setiap kata yang disampaikan.

Pesan itulah yang dibawa jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polda Sulawesi Utara melalui program Polwan Goes to School/Rise and Speak di SMA Negeri 7 Manado, Senin (24/8).

Menjelang HUT ke-78 Polwan, para pelajar diajak menjadi generasi yang disiplin, percaya diri, sekaligus berani menyampaikan pendapat dengan cara yang positif.

Perwira Koordinator Polwan Polda Sulut AKBP Marnita Makapuas mengatakan keberanian berbicara harus berjalan bersama tanggung jawab.

“Keberanian untuk berbicara harus dibarengi dengan tanggung jawab dan sikap yang baik,” ujar Marnita seperti dikutip dari ANTARA.

Menurutnya, karakter tersebut penting dimiliki generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Pelajar tidak hanya dituntut berani menyampaikan pendapat, tetapi juga mampu mendengarkan, menghargai orang lain, serta mengambil keputusan secara tepat.

Pesan yang disampaikan Polwan tidak berhenti pada keberanian berbicara. Para siswa juga diingatkan untuk menjaga diri dari berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja.

Kenakalan remaja, bullying, hingga penyalahgunaan narkoba menjadi sejumlah hal yang harus dihindari.

Perhatian juga diarahkan pada media sosial. Ruang digital yang setiap hari menjadi bagian dari kehidupan pelajar dapat menjadi tempat bertukar gagasan, tetapi juga bisa membawa dampak buruk jika digunakan tanpa tanggung jawab.

“Media sosial harus digunakan secara bijak, jangan sampai menjadi tempat melakukan bullying, menyebarkan informasi tidak benar, atau hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Karena itu, Marnita mengajak para siswa menjadi pelajar yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Program tersebut sekaligus menjadi cara Polri membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda.

Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar bagi siswa, tetapi juga ruang bagi kepolisian untuk menyampaikan pesan-pesan tentang disiplin, keamanan, dan pembentukan karakter.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi saja, tetapi dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus membangun karakter, berprestasi, saling menghargai dan berani menyampaikan hal-hal yang benar,” ujar Marnita. (gin)


Editor : Inilahkoran